alexametrics Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi, Perpusnas RI Gelar Bimtek di Sulteng – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi, Perpusnas RI Gelar Bimtek di Sulteng

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Kesejahteraan masyarakat di suatu daerah juga dapat terwujud jika masyaratnya gemar membaca. Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, saat ini tengah didorong menjadi pelopor gerakan literasi untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat.

Salah satu upaya yang dilakukan Perpusnas, yakni dengan melakukan transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial. Provinsi Sulawesi Tengah, turut mendapat perhatian dari Perpusnas RI untuk diberikan penguatan transformasi Perpustakaan Inklusi Sosial, yang ada di sejumlah desa di Sulawesi Tengah.

Langkah awal yang dilakukan, yakni dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan – Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Sejumlah perwakilan dari beberapa desa di Sulawesi Tengah, menjadi peserta dalam kegiatan yang digelar di Swiss Bell Hotel Palu, Selasa (15/6/2021) hingga Kamis mendatang (17/6/2021).

Kegiatan ini dibuka oleh, Pustakawan Utama Perpusnas, Dra Adriati M Hum, yang hadir mewakili Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando dan dihadiri pula Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daera Provinsi Sulawesi Tengah, Andi Hajidin SE MSi. Dalam arahannya, Adriati menyampaikan bahwa, lewat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, para pengurus perpustakaan di desa, khususnya yang dilatih ini dapat mengadakan koleksi buku perpustakaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desa.

“Cari lah koleksi yang benar-benar bermanfaat. Sasaran perpustakaan saat ini, bukan hanya anak-anak saja, tapi juga masyarakat yang berprofesi sebagai petani maupun nelayan. Lewat bahan bacaan yang ada diharapkan mereka dapat meningkatkan kemampuan, yang berdampak pada kesejahteraan,” kata kata Adriati.

Lebih jauh disampaikan, bahwa Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas juga telah mendukung dengan meluncurkan program Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019, dan menjadikan tema “Literasi Untuk Kesejahteraan” sebagai salah satu kegiatan Prioritas Nasional pembangunan manusia.

Maka, salah satu upaya penting adalah mengubah paradigma perpustakaan dari gudang buku menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi. Transformasi perpustakaan memiliki peran signifikan meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga mereka mampu mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik.

Peran perpustakaan harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat. Selain menyediakan sumber-sumber bacaan informasi dan pengetahuan, perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan untuk pemberdayaan sosialekonomi masyarakat.

Demi mendukung tercapainya program tersebut, Perpusnas mengadakan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Layanan Perpustakaan kepada 450 desa dari 152 kabupaten di 32 provinsi penerima manfaat. Pelaksanaan Bimtek secara simultan bergantian mulai tanggal 1 Juni hingga 9 Juli 2021.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dalam arahan tertulisnya, juga mengatakan dalam memberikan layanan kepada pemustaka, pemerintah dalam hal ini perpustakaan wajib menyesuaikan dengan kemajuan TIK yang terjadi saat ini.

“Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan agar layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat, memberikan inovasi layanan dengan pelibatan masyarakat serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Kepala Perpusnas.

Bimtek bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum di daerah tentang strategi pengembangan perpustakaan umum berbasis inklusi sosial dengan memberdayakan teknologi informasi. Materi bimtek mencakup strategi pelibatan masyarakat, strategi peningkatan layanan informasi, strategi advokasi perpustakaan, penggunaan sistem informasi manajemen untuk pendokumentasian kegiatan perpustakaan, identifikasi dampak layanan perpustakaan, TIK dasar dan penyusunan rencana kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam situasi kenormalan baru akibat pandemi Corona.

Selain itu, pelaksanaan Bimtek ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum di daerah peserta terkait keterampilan dasar dan variasi metode fasilitasi dalam mewujudkan transformasi layanan perpustakaan umum. Dengan pembekalan yang diberikan melalui Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK diharapkan dapat membantu meningkatkan SDM pengelola perpustakaan sehingga mendorong tercapainya tujuan Program Transfomasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang berkontribusi dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat untuk Indonesia maju.

Khusus di Sulawesi Tengah, para peserta sendiri berasal dari 5 Kabupaten di Sulawesi Tengah, masing-masing Banggai Kepulauan, Morowali, Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi. Nantinya, sejumlah desa penerima manfaat program ini, selain mendapatkan bantuan koleksi buku, juga akan mendapat bantuan seperangkat computer berikut jaringan internet serta televisi, yang dapat dimanfaatkan masyarakat desa sebagai upaya peningkatan kesejahteraan lewat program perpustakaan umum berbasis inklusi sosial. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.