Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tower SUTT Poso Roboh, Perbaikan 8 Hari

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kondisi Tower SUTT yang roboh di dekat Sungai Puna, Kabupaten Poso, Senin (24/4). (Foto: Budiyanto Wiharto)

POSO – Satu tower transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Poso -Sidera 150kV nomor 46  milik PLN dari sumber listrik PLTA Poso di desa Tabalu, kecamatan Poso Pesisir roboh, Senin (24/4) pukul 08:20 wita.

Dampaknya, sekira 12 jam lamanya pasokan listrik ke Palu dan sekitarnya padam total.

Tower yang dibangun dipinggir Daerah Aliran Sungai (DAS) Puna ini ambruk karena pondasi tower amblas akibat tergerus banjir bandang sungai Puna pada Senin (24/4) dinihari. Banjir besar terjadi karena hujan deras mengguyur wilayah Poso Pesisir Selatan sejak Minggu (23/4) sore.

Kepala PLN Rayon Poso, Yones Langkuala memastikan akibat robohnya tower SUTT di Tabalu, pasokan listrik di sebagian wilayah Parigi, Kota Palu, Donggala, dan Sigi terganggu dan padam. Tapi untuk pasokan listrik di seluruh wilayah Poso tetap normal menyala.

“Saya sudah turun cek lokasi tower roboh dan telah melaporkan ke GI (gardu induk) kota Palu untuk segera diperbaiki. Rencana besok pagi (hari ini, red) pihak PLN Palu akan menuju ke lokasi untuk memperbaiki,” katanya, pada wartawan.

Atas petunjuk GI Palu, lanjut Yones, GI Poso sudah melakukan beberapa langkah tindakan. Yaitu menyiapkan peralatan yg akan digunakan untuk perbaikan tower dan memutus kabel yang membentang di sungai Puna agar tidak terseret oleh air, batu atau pun kayu yang hanyut. Mengingat arus aliras sungai Puna sekarang masih besar dan deras.

Tidak ada korban jiwa akibat robohnya tower SUTT yang tinggi dan besar tersebut.

Menurut Yones, tidak mudah untuk memperbaiki tower yang roboh sekaligus menormalisasi aliran listrik dijaringan SUTT. Disamping butuh waktu yang cukup, perbaikan juga hanya bisa dilakukan oleh tenaga yang ahli dan spesifik. Karenanya perbaikan dimungkinkan baru bisa dikerjakan setelah tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) Manado tiba di Poso. “Belum bisa dipastikan berapa lama SUTT Poso-Sidera bisa terpasang dan normal lagi. Yang pasti butuh waktu untuk memperbaikinya,” jelas dia.

Melihat kondisi yang ada di lokasi memang butuh waktu yang tidak sebentar untuk membangun kembali tower yang roboh. Sebab pihak PLN harus terlebih dulu membuat bronjong penahan air sungai Puna di lokasi yang akan dibangun tower. Mengingat posisi titik tower tidak bisa dirubah dan harus dibangun ditempatnya semula.

“Solusinya harus di buat bronjong di sekitar lokasi tower. Kalau tidak maka sulit untuk menghindari bencana serupa terjadi lagi,” tutupnya .

Terpisah General Manajer PLN Wilayah Suluttenggo, Baringin Nababan menyatakan bahwa tim task force yang terdiri dari Tim Har Penyaluran AP2B Minahasa, Tim Har UPT Makassar, dan Tim Jasa Stringing Mitra UPP Kitring Sulteng disiapkan untuk melakukan percepatan recovery sistem, dengan mendirikan tower ERS (Emergency Recovery System).

‘’Yang rencananya malam ini (24/04) diberangkatkan dari Makassar dan Gorontalo,” sebutnya.

Manajer AP2B Minahasa, Sugeng Hidayat menambahkan kondisi tower sebelumnya, yaitu pada inspeksi petugas PLN (mandor line) terakhir pada 18 April 2017 menyatakan, jarak tower dari sungai masih 30 meter dengan lahan datar di sekitarnya. “Di mana status tersebut masih terbilang aman,” tuturnya.

PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan terutama di daerah Palu dan sekitarnya. Saat ini seluruh jajaran manajemen dan petugas PLN sedang mengevaluasi dan menyusun langkah-langkah untuk melakukan recovery, paska robohnya tower nomor 46 tersebut. Dengan melakukan langkah-langkah di antaranya membentuk tim taskforce, mendatangkan Tower ERS dari Makassar dan Gorontalo, proses erection Tower ERS, dan Stringing konduktor.

Di mana estimasi proses recovery tersebut kurang lebih akan memakan waktu selama 8 hari. Dikarenakan daya mampu yang defisit PLN akan melakukan pemadaman akan secara proporsional.

Selain itu, PLN juga telah membuat posko terkait informasi pemulihan sistem yang berlokasi di kantor PLN Area Palu, di Jalan Kartini. Di posko tersebut juga PLN menyediakan suplai listrik darurat untuk masyarakat yang membutuhkan listrik untuk alat-alat elektronik.

Perlu diketahui, robohnya tower nomor 46 Poso yang menyebabkan kebutuhan daya pelanggan daerah Parigi hingga Kota Palu sebesar 60 megawatt (MW), yang sebelumnya disuplai PLTA Poso tidak dapat tersalurkan.

Sedangkan saat ini sistem Sulawesi Tengah hanya dilayani dari PLTD dan PLTU Tawaeli. Kondisi itu juga menyebabkan pemadaman di wilayah Kota Palu dan sekitarnya, seperti daerah Donggala, Parigi dan Sigi. Sedangkan untuk daerah Poso dan Tentena, pasokan listrik tidak terganggu, sehingga tidak terjadi padam. Saat ini terjadi defisit daya kurang lebih sebesar 60 MW. (bud/fdl)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.