Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tower Lagarutu Bahayakan Lalulintas Penerbangan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Keberadaan tower yang membahayakan penerbangan berada di Jalan Lagarutu, kompleks BTN Mahkota Indah. Tampak salah satu maskapai penerbangan melintas di jalur tersebut, Senin (11/9). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Kontraktor dari pembangunan tower yang berada di Jalan Lagarutu kompleks BTN Mahkota Indah sungguh membahayakan jalur lintas  penerbangan. Pasalnya, keberadaan tower sudah masuk dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dan yang lebih parahnya bangunan tower ini tidak mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PMPTSP) Kota Palu.

Kepala Teknik dan Operasional Penerbangan Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu Rasud Mohamad mengatakan tower yang belum lama dibangun itu sangat jelas berbahaya. Karena sudah masuk dalam KKOP, khususnya jalur lintas pesawat udara. Dia menegaskan agar pihak kontraktor segera membongkar bangunan tower.

“Kalau saya dengar tower itu belum mendapatkan IMB dari Pemerintah Kota. Saya dengar dari kadis perizinan. Dan kami memberikan rekomendasi hanya ketinggian sampai 5,6  meter dari tanah,” kata Rasud kepada Radar Sulteng, Senin (11/9).

Namun jika diperhatikan kata Rasud Mohamad, ketinggian tower dari dasar tanah sudah melampaui hampir 30 sampai 40 meter. Dia mengakui pihak bandara mengeluarkan rekomendasinya ke pihak pelaksana yang datang ke Bandara sekitar dua bulan lalu.

“Saya juga kaget bisa sudah berdiri tapi tidak ada IMB. Padahal berbahaya karena dia masuk di zona A.

Teksturnya tinggi bisa ditabrak, itu jalurnya pesawat,” lanjut Rasud Mohamad lagi.

Dia menjelaskan, untuk kawasan sekitar bandara dibagi menjadi dua zona. Pertama zona A atau kawasan merah itu tidak boleh terdapat bangunan sama sekali. Sedangkan Zoba B dibolehkan ada pemukiman, tetapi tidak boleh terdapat seperti pabrik dan pertamina atau yang bisa membahayakan.

“Kalau tidak salah itu nantinya buat tower BTS Selular. Sepertinya belum beroperasi,” tutur Rasud.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PMPTSP Kota Palu Ajenkris SE MM membenarkan bahwa bangunan tower tersebut belum memiliki IMB.

“Tidak ada izin itu tower, dan tidak mendapat restu juga dari bandara, tetapi tetap mereka kasih berdiri. Mereka sudah akui dan berjanji akan menurunkan karena kita sudah surati,” sebut Ajenkris.

Menurutnya, setelah menyurati pihak perusahaan kontraktor pelaksana tower yang berasal dari Jakarta ini, mereka berencana akan ke Palu pada akhir pekan kemarin.

“Kalau tidak sabtu atau minggu mereka datang,” ungkap Ajenkris.

Dia mengungkapkan, karena sudah mendirikan bangunan tanpa IMB, maka perusahaan kontraktor bersangkutan diberikan catatan tidak akan diizinkan untuk beroperasi dan dianggap cacat.

“Harus dibongkar, kontraktornya nakal. Saya tidak tahu nama perusahaannya,” tutup Ajenkris. (acm)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.