Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tower Crane Rubuh, PT Nindya Karya Pilih Tutup Mulut

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Jenazah korban kecelakaan kerja dievakuasi dari atas tower crane, kemarin (17/9). Tampak 2 petugas Basarnas berupaya menurunkan jenazah yang terbungkus sarung di atas tower crane. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Hingga saat ini pihak PT. Nindya Karya tidak mau memberikan keterangan apapun pasca ambruknya tower crane pada pengerjaan pembangunan tambahan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu yang menyebabkan salah satu pekerjanya meninggal dunia.

Ketika ingin dikonfirmasi kembali siang kemarin (19/9) sekitar pukul 11.00 Wita, tidak ada satu pun pihak dari PT Nindya Karya yang ingin memberikan komentar alias memilih tutup mulut. Bahkan seorang dari dalam ruangan kantor proyek dengan suara keras dan tegas mereka memerintahkan penjaga untuk mengatakan bahwa Kepala Proyek, Yohanes, tidak berada di tempat.

Tidak hanya itu, pihak PT Nindya Karya juga tidak mengizinkan wartawan lebih jauh melangkah ke dalam lokasi pengerjaan pembangunan dengan berbagai alasan.

Sementara itu, pantauan Radar Sulteng kemarin, pasca peristiwa mengenaskan itu, pengerjaan tetap dilanjutkan seperti biasanya. Sedangkan sisa tower crane yang ambruk telah dipindahkan dari lokasi pengerjaan dan diangkut menggunakan alat berat.

Terpisah Kapolres Palu AKBP Christ R Pusung, mengatakan, berdasarkan Identifikasi yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Palu, terjadinya kecelakaan tersebut pada saat alat tower crane melakukan instalasi posisi keseimbangan yang kemudian tertiup angin kencang yang mengakibatkan alat tersebut jatuh.

“Saat ini yang kami lakukan adalah tahap penyelidikan dengan memeriksa para saksi yang ada di tempat tersebut. Karena sebelumnya yang tangani Polsek Palu Timur dan saat ini kasus sudah diambil alih oleh Polres Palu,” ungkapnya.

Berbagai sumber yang dihimpun koran ini menyebutkan, musibah ambruknya crane  bermula saat kelima korban, Sedang melakukan proses penambahan level ketinggian dari 24 meter ke ketinggian 30 meter seketika alat tower crane tersebut mengalami guncangan dan tidak stabil yang mengakibatkan patah pada tiang penyangga tower crane tersebut.

Pada saat kejadian, korban Rustam (40) berada di atas tower crane yang mengakibatkan terjepit dan meninggal dunia. Sedangkan korban Ibrahim (40) mengalami luka lecet pada pelipis kanan, dan Iwan (29) luka robek pada kepala bagian sebelah kiri, sedangkan Amrozi (24) luka pada tangan bagian jari manis sebelah kanan serta pergelangan kaki kiri. Untuk korban Mahdi (42) mengalami luka pada lengan tangan kiri.

“Ke empat korban saat ini masih dalam perawatan di RS Undata Palu, dan tentunya dalam waktu dekat kami lakukan olah TKP di tempat kejadian tersebut, sesuai dengan keterangan para saksi atas kejadian yang menimpa satu orang pekerja meninggal dunia. Semua saksi yang ada di TKP baik pengawas dan penanggung jawab proyek akan diminta keterangan,” sebut mantan Kapolres Tolitoli ini.(jcc/who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.