Tokoh Pemuda Sulteng Minta Petunjuk Kamil

Diskusikan Calon Pemimpin Penyelamat Daerah

- Periklanan -

PALU – Nasib Sulawesi Tengah kedepan ditentukan oleh kepala daerahnya nanti. Apakah bisa membawa maju daerah, atau sebaliknya. Oleh karenanya, menentukan calon pemimpin kedepan harus benar-benar selektif. Hal ini lah menjadi salah satu pemikiran sejumlah pemuda yang berkesempatan tukar pikiran bersama Pemimpin Radar Group, H Kamil Badrun AR SE MSi, belum lama ini di Kantor Redaksi Pos Palu (Radar Group), Kelurahan Layana.

Para tokoh pemuda ini, masing-masing Wakil Ketua DPP KNPI Syauqi Maskati, Ketua KNPI Sigi, Imam Safaad serta Ketua GP Ansor Sigi, Fahmi Balcher dan pengurus organisasi kepemudaan. Di hadapan Kamil, mereka mengutarakan keresahan terkait nasib Sulawesi Tengah kedepan, pascabencana alam beberapa waktu lalu dan membahas siapa pemimpin daerah ini yang akan datang.

Di hadapan rombongan pemuda ini, Kamil menegaskan, bahwa pemimpin kedepan, siapapun dia, harus memiliki niat yang tulus dan ikhlas membangun daerah. Juga yang terpenting, tidak ada kompromi syahwat, yang hanya membangun kepentingan kroni dan keluarga serta kelompok, dan mengenyampingkan kemaslahatan umat. “Pondasi membangunnya harus memiliki manfaat jangka panjang, jangan hanya lima atau sepuluh tahun dia menjabat saja. Harus ada karya monumental, yang bisa dikenang sepanjang masa,” terang Kamil.

Artinya, selain pembangunan fisik, juga ada pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang bisa dirasakan, meski orang tersebut tidak lagi menjabat. Daerah ini kata dia, seharusnya bisa berkaca dari daerah tetangga, yakni Sulawesi Barat, yang mana bisa menghasilkan SDM yang berguna untuk masa depan. “Sulbar sebelum mereka mekar, sudah mempersiapkan SDM-nya, untuk bisa membawa daerahnya maju, dengan cara memperhatikan pendidikan dan menempatkan mereka di lembaga-lembaga berpengaruh di tingkat pusat,” sebut Mantan Ketua PWI dua periode ini.

- Periklanan -

Contoh lain kata dia, ketika tahun 1972 Prof Katili telah mengingatkan bahwa di Sulawesi Tengah ada sesar Palu-Koro, seharusnya kepala daerah saat itu sudah mempersiapkan SDM-nya, untuk bisa menimba ilmu di Jepang terkait kegempaan. Begitupun soal pertambangan, pemerintah daerah sudah harus menyiapkan pula SDM, yang ahli bidang pertambangan karena daerah kita yang kaya akan sumber daya alam. “Termasuk di kemiliteran dan kepolisian, harusnya kita sudah persiapkan putra daerah menjadi jendral, yang kelak bisa jadi Kapolda atau Danrem di daerahnya sendiri. Jangan nanti putra daerah hanya jadi penonton di daerahnya sendiri,” paparnya.

Juga yang terpenting, adalah pemimpin yang mampu rubah mindset aparaturnya, menjadi mindset melayani, bukan dilayani. Salah satu contohnya kata dia, yakni Provinsi Gorontalo. “Kita lihat bagaimana Gorontalo saat ini bisa dibilang lebih maju dari daerah kita, karena pemimpinnya terdahulu mampu melakukan reinventing government, atau men-transformasi sistem dna organisasi pemerintahannya secara fundamental. Saya yakin kalau semua poin ini dilakukan pemimpin daerah kedepan, maka tidak ada kesenjangan di tengah masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPP KNPI Syauqi Maskati menyampaikan, kehadiran mereka bertatap muka dengan Pemimpin Umum Radar Group, untuk mendengar langsung sosok pemimpin seperti apa yang diharapkan pula oleh kaca mata media. Sebab, pascabencana ini, pihaknya prihatin nasib Sulawesi Tengah kedepan akan seperti apa. “Untuk itu lah kami pemuda ini, datang ke kak Kamil, mendengar pandangannya seharusnya seperti apa pemimpin kedepan itu. Kami kaum muda, turut memikirkan alih kepemimpinan nanti, Sulteng harus benar-benar dipimpin orang yang cakap dari segala aspek, dalam rangka memajukan daerah ini,” terang Oki, sapaan akrabnya.

Senada dengan Kamil, Ketua GP Ansor Sigi, Fahmi Balcher menyampaikan, bahwa kaderisasi pemuda di segala bidang memang harus dipikirkan sejak lama. Hal ini untuk mengisi ruang-ruang kosong putra daerah di dalamnya, yang memang sangat berdampak pada kemajuan daerah itu sendiri. ‘’Jika memang ada pemimpin yang kita sepakati layak membawa kemajuan daerah ini, bila perlu kita paksa untuk maju, kalau tidak kita bakal tertinggal terus,’’ katanya.

Imam Safaat pun menambahkan, media memang memiliki peran sangat strategis pula dalam menentukan siapa calon pemimpin yang layak. Dari media pula, masyarakat akan tahu, siapa sebenarnya calon pemimpin dan gambaran seperti apa rekam jejak calon tersebut. ‘’Kami dari pemuda hanya menginginkan pemimpin yang adil. Siapa saja yang layak, itu akan jadi pertimbangan kami untuk memilih. Dari media lah rekam jejak mereka bisa kami ketahui, karena media benar-benar selektif melihat hal ini,’’ sebut ketua KNPI Sigi ini. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.