alexametrics Tokoh Masyarakat Mengecam Perselingkuhan AB dan OA – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tokoh Masyarakat Mengecam Perselingkuhan AB dan OA

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Keduanya Kedapatan Dalam Kamar Bukan di Ruang Tamu

TOUNA-Salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Tojo Unauna (Touna), Ewhyn Ibrahim, yang disapa Ewin, sangat mengecam keras atas terjadinya kasus memalukan perselingkuhan dua orang warga Touna yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Ewin, apa yang dipertontonkan oleh dua orang ASN yang juga pejabat di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Touna tidak bisa lagi ditolerir. Karena tindakan ini baginya sangat bertentangan dengan icon atau jargon daerah ini yaitu Touna Beriman.

“Aksi dua ASN ini, AB dan OA yang kedapatan berduaan di dalam kamar di sebuah rumah, yang statusnya bukan suami isteri yang sah sudah sangat bertentangan dengan icon atau jargon daerah kami Kabupaten Tojo Unauna yaitu Touna Beriman. Ini sudah melanggar kaidah moralitas yang kita junjung tinggi bersama. Kabupaten Tojo Unauna yang bernuansa Islami dan menjalankan ajaran baginda Rasul Nabi Muhammad SAW tidak memberi tempat bagi warga masyarakat yang telah melanggar ajaran Islam, yang sangat dijunjung tinggi di daerah kita ini, “ kata Ewin.  

Menurut Ewin, ini sebuah kejahatan besar karena telah menghancurkan rumah tangga orang lain. Jelas kejahatan ini lebih besar dari kejahatan narkoba ataupun korupsi. Apalagi kejadian yang diduga kuat sebuah hubungan perselingkuhan ini sudah dilakukan beberapa kali. Sudah dinasehati oleh keluarga kedua belah pihak, tetapi masih saja dilakukan oleh kedua oknum ini.

Sementara itu, sumber lain yang dikonfirmasi media ini, menyebutkan, dari pemberitaan yang berkembang, terlihat dari beberapa keterangan yang disampaikan oleh OA, bahwa OA tidak memahami isi substansi dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN. Disana secara jelas terang benderang disebutkan bahwa apabila si lakilaki mendapat izin tertulis dari isteri sah, maka perempuan ASN tidak dibenarkan menjadi isteri kedua/ketiga/keempat kecuali menanggalkan/keluar dari ASN.

Atau ada kemungkinan OA sudah memahami konsekwensi yuridis dari kasus yang dihadapinya, dan sudah siap untuk keluar dari ASN. Sebagaimana
kronologi kejadian yang sebenarnya penggerebekan malam itu oleh polisi, dimana si isteri membantah keterangan polisi diberita sebelumnya di media ini yang menyatakan bahwa digrebek di ruang tamu, yang sesungguhnya adalah di dalam kamar, karena lampu di ruang tamu mati. Telah mengecoh aparat bahwa sepertinya dalam rumah tidak ada orang, karena terlihat sepi.

Sumber juga menyebutkan, isteri AB tidak menerima atas terjadinya peristiwa yang menghebohkan ini. Dia telah melaporkan kasus ini ke polisi, dan akan memberikan keterangan pada Rabu pekan depan (7/7).

Keluarganya pun merasa senang dengan adanya surat panggilan dari Polisi tersebut. Sebab, sudah hampir dua bulan kasus penggerebekan di sebuah rumah, dimana AB dan OA “ditangkap” aparat kepolisian itu belum diapa-apakan atau belum diproses. “ Semoga kasus ini bisa selesai dengan baik, “ ujarnya.

Sejauh ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Touna telah bekerja cepat setelah mengetahui dua pejabatnya melakukan hubungan terlarang di sebuh kompleks perumahan di Ampana, ibukota Kabupaten Touna.

Warga masyarakat ingin mengetahui bagaimana perkembagngan penanganan kasus ini, terutama dari reaksi cepat Pemkab Touna. Sebab kasus ini diduga kuat telah mencoreng nama baik ASN di lingkungan Pemkab Touna. 

Pemkab Touna telah memeriksa dua pejabatnya yakni Plt Sekretaris Bappeda beriinisial AB, dan pejabat di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM dan PTSP) Kabupaten Touna, sebagai Kepala Seksi (Kasi) berinisial OA.

Pemkab Touna, setelah menerima laporan adanya dua pejabat yang ketangkap setelah dilakukan penggrebekan oleh aparat keamanan akan mengkaji lebih dalam lagi kasus ini, dengan melakukan pemeriksaan yang direkam dalam sebuah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap kedua tersangka.

Dikatakannya, selain BAP dari Polisi Pemkab juga akan mengkolaborasikan dengan BAP Pemkab sendiri.

” Setelah itu kami laporkan kepada pimpinan, dalam hal ini Bupati Kabupaten Tojo Unauna, ” kata sumber tersebut, kepada Radar Sulteng, Rabu (30/6).(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.