Tipu Warga, Anggota BIN Gadungan Ditangkap

- Periklanan -

PALU – Berhasil diamankan tim gabungan intelkam, Jumat (10/8) di jalan Patimura Palu, Nasriadi (40) warga Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN), berhasil menipu empat korbannya dengan mengaku dapat meloloskan korban dengan mudah menjadi anggota TNI/Polri.

Pelaku yang mengaku anggota BIN saat diamankan di Markas Korem 132/Tadulako, Jumat malam (10/8). (Foto: Wahono)

Afdal korban penipuan pelaku, mengakui bahwa dia sudah mengeluarkan Rp120 juta yang dibayarkan kepada pelaku secara berangsur.

“Pelaku bahkan meminta beras, juga ayam dan uang. Dengan beralasan untuk panitia penerimaan TNI. Saya sebelumnya sudah ikut tes masuk pendaftaran TNI namun gagal. Saat itu pelaku datang ke saya dan mengaku bisa meloloskannya menjadi anggota TNI dengan menyiapkan uang,” ungkapnya.

Menurut Afdal, pelaku menjanjikan berangkat ke Manado. Dari situlah mulai ada kecurigaan kepada pelaku. Apa yang dijanjikan pelaku berangkat ditanggal 7 Agustus 2018 sudah di Manado tak kunjung juga berangkat.

“Pelaku sampaikan tanggal 7 Agustus akan berangkat. Karena banyak alasan dan tidak juga jadi berangkat dari disitu saya sudah curiga pelaku menipu,” kata korban.

- Periklanan -

Korban lainnya Baharudin (19), mengaku sudah menghabiskan uang sebanyak Rp80 juta. Awalnya dirinya membayarkan kekorban Rp20 juta untuk bisa masuk menjadi anggota Polri di satuan Brimob.

“Dibayar secara berangsur. Sampai jumlah uang yang diserahkan ke pelaku Rp 85 juta. Sejak bulan April 2018 saya mulai membayar kepada pelaku. Pelaku juga sudah berulang-ulang minta berkas. Tetapi sampai saat ini tidak juga bisa berangkat pendidikan polisi seperti yang dijanjikan pelaku,” kata korban yang berasal Desa Sidoan Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parimo.

Pelaku Nasriari, saat diamankan di Korem 132 Tadulako, Sabtu dini hari mengaku dalam menjalankan aksinya pelaku mengaku sebagai anggota BIN. Mengaku sebagai anggota BIN agar dapat melancarkan aksi penipuan untuk pengurusan berkas masuk dalam TNI/Polri.

“Saya  belum lama saya mengaku sebagai anggota BIN. Begitu ada info pendaftaran masuk anggota Polri dan TNI saya langsung menghubungi korban untuk menyiapkan uang. Saya baru pake uang sekitar Rp50 juta untuk urus berkas mereka (korban, red),” ujarnya.

Sabtu dini hari (11/8) sekitar pukul 00:53 wita, tim gabungan Intelkam membawa pelaku ke Polda Sulteng.

Kasubdit Penmas Polda Sulteng Kompol Sugeng dikonfirmasi mengaku, pihaknya sudah menanyakan kepada tim piket Reskrim namun belum ada jawaban dari pihak piket. “Sudah saya konfirmasi dengan anggota piket Reskrim, namun belum ada jawaban,” tulis Sugeng via pesan WhatsApp. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.