Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tim U-14 Palu Kalah Lagi, Tim U-16 Buka Peluang

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Bek kanan Liga TopSkor Palu U-16, Aidil (kiri) bekerja keras menahan tekanan pemain -pemain MAS Jogjakarta, Selasa (11/7). (Foto: ASSP Palu)

JAKARTA – Dua tim Liga TopSkor wakil Kota Palu, Sulawesi Tengah tampil di hari yang sama dalam lanjutan Liga TopSkor Super Championship U-14 dan U-16 2017, yang berlangsung di GOR Ciracas Jakarta Timur, Selasa (12/7).

Setelah sebelumnya  Tim Liga TopSkor Palu U-14 dipermalukan dengan skor 0-7 ketika menghadapi SIOP Apacinti Jakarta, di laga lanjutan menghadapi utusan tim Liga TopSkor Makassar, Ryan Rifaldi dkk kembali tak berkutik dengan kekalahan 1-6.

Satu-satunya gol wakil Kota Palu diciptakan Muhammad Khaidir di menit ke-26 memanfaatkan bola muntah sepakan keras Agung Dwi Saputra.

Pelatih Tim TopSkor U-14 Palu, Usman Arya, tak bisa menampik kalau postur tubuh lawan yang lebih besar menjadi momok menakutkan. “Secara organisasi permainan anak-anak sebenarnya sudah sesuai instruksi dengan bermain bola-bola pendek. Tapi, itu tadi yang saya bilang kita begitu sulit ketika pemain-pemain kita yang bertubuh kecil, membuat kerjasama yang dibangun anak-anak kita hanya sampai di garis tengah saja,” terang Usman Arya, dihadapan para wartawan.

Sementara di laga lainnya tim Liga TopSkor Palu U-16, berhasil menahan imbang salah satu tim unggulan yakni MAS Jogjakarta. Laga yang dihelat siang hari itu berlangsung ketat, bahkan di babak kedua sempat beberapa kali terjadi benturan yang membuat Ahmed Syuhada sempat dirawat ditepi lapangan, kemudian center back Reza dan striker Dinun Hanif juga ditandu keluar lapangan.

Pelatih Kamaludin, menyebut bahwa hasil seri itu adalah awal yang baik guna menghadapi wakil tuan rumah, Salfas Jakarta. “Alhamdulillah hari ini kita bisa meraih satu angka dari salah satu tim unggulan di grup ini. sementara itu yang patut kita syukuri,” kata Kamaludin, melalui via telepon.

Hasil seri, menurut Kamaluddin adalah modal berharga karena lawan selanjutnya akan semakin kuat. “Lawan berikutnya tentu lebih kuta, tapi, saya berharap di pertandingan selanjutnya anak-anak bisa lebih berani dan sedikit labih keras, karena kalau tidak begitu, pasti lawan yang rata-rata punya skill individu bagus dan tubuh yang lebih besar akan mudah memainkan bola,” sebutnya.

Seperti tim yang ada di U-14, anak-anak Liga TopSkor Palu U-16 juga mengalami hal yang sama yakni kalah postur tubuh. Namun permainan sedikit keras yang ditampilkan sehingga menjadi senjata yang bakal digunakan di laga-laga berikutnya.

“Kita bermain keras, sehingga kita bisa sedikit meredam pemain yang berpostur tubuh yang tinggi itu,” sambungnya mengakhiri percakapan. (egi)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.