Tim Survei TDCC Rekomendasikan Perbaikan Jalan

- Periklanan -

Gubernur H Longki Djanggola (tengah) memimpin rapat Tour de Central Celebes (TDCC) di ruang Polibu, kantor gubernur, Selasa (25/4). (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

PALU- Hasil survey penetapan titik etape Tour de Central Celebes (TDCC) oleh tim ahli bersama Kadis pariwisata, melahirkan beberapa rekomendasi. Diantara rekomendasi yang dibahas dalam rapat persiapan TDCC, perbaikan beberapa titik jalur yang dilalui.

Rapat persiapan TDCC dibahas dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola memimpin langsung rapat, di ruang Polibu, Selasa (25/4), dan dihadiri Ketua DPRD Sulteng H Aminuddin Ponulele, Wabub Parimo dan Wabub Poso.

Dalam rapat evaluasi kemarin, Gubernur mendengarkan hasil survey dari tim ahli dari Malaysia, Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI). Dalam rekomendasi disampaikan beberapa titik jalan yang akan dilalui mengalami rusak.  Terutama kerusakan di Desa Podi dengan karakter kerusakan berlubang, berpasir, putus aspal dan berpasir. Etape pertama berdasarkan koordinat ada 124 titik kerusakan jalan.

‘’Ini yang harus dipikirkan bersama supaya rider dari luar bisa menikmati sebuah perjalanan tour,’’ kata tim dari ISSI.

Direkomendasikan oleh tim, di Tentena yang menjadi lokasi finish etape pertama, perlu ada pelebaran jalan sepanjang 1,3 KM masuk dalam kewenangan jalan daerah. Kemudian yang juga menjadi rekomendasi tim adalah pengkadangan hewan ternak. Diakui hewan ternak yang ada di Sulteng lebih banyak berkeliaran di jalan yang menyebabkan munculnya istilah menjadi kandang terpanjang di dunia.

- Periklanan -

Rekomendasi etape II, ada kerusakan jalan sepanjang jalur lomba. Di garis finish depan anjungan Sail Tomini terdapat zebra cross line yang harus dihilangkan sementara waktu. Marka pembatas jalan (Mata Kucing) perlu dicabut sementara sepanjang 1 km menjelang finish.

‘’Karena mata kucing bentuknya bersifat oval, sedangkan ban sepeda hanya 2 cm. Ini akan membahayakan pembalap ketika sedang melakukan sprint,’’jelas tim. Untuk pengkadangan hewan, direkomendasi sepanjang tiga etape.

Sementara etape III, ada pula kerusakan jalan sepanjang lomba, perlu dipasang pengaman di jalur lomba antara Desa Sidera dan Dolo. Karena dijalur sepanjang 200 meter tersebut menurut tim melewati pinggiran irigasi.

Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola meminta agar semua temuan dan koreksi tim dikoordsinasikan dengan instansi terkait. Termasuk para bupati yang dilalui TDCC.

Yang menjadi perhatian Gubernur adalah masalah jalan. Gubernur Longki meminta Kadis Bina Marga dan tata Ruang Sulteng segera berkoordinasi dengan balai jalan Nasional. Dijelaskan Gubernur, dalam menghadapi iven ini tidak dalam kapasitas memperbaiki secara total, namun mengupayakan jalur yang dilalui dalam kondisi mulus.

Demikian dengan mata kucing, Gubernur meminta Dinas Perhubungan untuk berkoordinasi untuk dapat dicabut untuk sementara waktu. Zebra cross line juga kata gubernur akan dibicarakan dengan instansi terkait.

‘’Ini perlu kita bicarakan. Atau dengan cara lain misalnya, yang bisa diterapkan menempatkan petugas yang akan memberikan aba-aba kepada pembalap untuk berhati-hati atau pelan-pelan bahwa di daerah tersebut ada zebra cross line. Ini kalau misalnya kita tidak bisa melakukan pembongkaran. Tetapi ini akan kita upayakan bagaimana solusinya agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan pembalap,’’ terang Gubernur.(awl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.