Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Sigi DiKukuhkan

- Periklanan -

KUKUHKAN : Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta saat mengukuhkan tim Saber Pungli Kabupaten Sigi, kemarin. (Foto: nendra)

SIGI-Sebagaimana gerakan serentak dari Presiden Jokowi yang menyuarakan aksi tangkal Pungli, Kabupaten Sigi juga bergerak cepat menindaklanjuti instruksi presiden itu. Bertempat di aula Kantor Bupati Kabupaten Sigi, Bupati Moh Irwan Lapatta, melantik tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Sigi.

Bupati mengatakan, upaya untuk memperbaiki pelayanan publik butuh kerjasama semua pihak. Terutama, Satgas Saber Pungli yang saat ini dikukuhkan, harus mampu memberikan pengarahan dan pencegahan kepada semua Aparatur Sipil Negara (ASN), agar sadar hukum dan tidak melakukan pungli.

Disampaikan bupati, Satgas diperkuat tim gabungan beberapa instansi. Mulai dari unsur Pemkab, Polres, Kejaksaan, hingga TNI. Satgas yang baru dikukuhkan, terdiri dari kelompok kerja (Pokja) khusus yang akan bertugas sesuai kapasitas masing-masing. Mulai pokja hukum (juridis), informasi (inteligen), dan pokja-pokja lain yang diperlukan.

- Periklanan -

“Dengan adanya pokja ini, semoga bisa bertugas sebagaimana tupoksinya untuk memberantas pungutan liar. Di beberapa instansi dan lembaga yang dimungkinkan rawan pungli. Namun demikian, semoga satgas ini juga jangan terus menjadi satgas yang selalu berusaha untuk mencari-cari kesalahan,” ingat Irwan.

Irwan juga berharap pengukuhan ini bukan sekedar seremonial saja, akan tetapi bisa memberikan warning atau peringatan kepada semua pimpinan unit kerja dan instansi vertikal, serta semua Camat dan Kades se Kabupaten Sigi, agar sadar hukum dan menjauhi praktik pungli.

“Kalau semua sudah sadar hukum, saya yakin tidak ada lagi yang namanya pungli. Ini peringatan kepada kita semua agar tidak melakukan pungli, gratifikasi, dan suka main KKN,” tegasnya.

Ditekankannya, Tim Saber Pungli lebih intensif melakukan upaya pencegahan, dan mampu membuat semua masyarakat di instansi pemerintah sadar hukum. Sehingga tidak akan ada lagi penindakan sampai penangkapan terkait pungli. Pada kesempatan itu, Bupati tak lupa menyebut contoh instansi rawan pungli, misalnya Dinas Pendidikan, Samsat, Dispenduk, dan lainnya.(ndr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.