Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Tiga Tersangka Pembangunan Masjid Raya Buol Ditahan

BUOL – Kasus dugaan Tidak pidana Korupsi (Tipikor) atas pembangunan Masjid Raya Kabupaten Buol Sulawesi Tengah telah ditetapkan tiga tersangka dan sudah ditahan Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Buol.
Kasus dugaan korupsi rumah ibadah ini sudah dilakukan penyidikan Kejari Buol sejak Juli 2019.

Ketiga tersangka korupsi pembangunan Masjid Raya di Buol masing-masing, HBHD selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan masjid Raya Buol Tahap III, R selaku Direktur PT Sarana Pancang Tomini, dan MPT selaku konsultan pengawas. “Kita sudah melakukan penahanan kepada tiga orang tersangka sejak hari Kamis (7/11),”ungkap Plh Kasi Pidsus Kajari Buol Noviar Rizali SH kepada Radar Sulteng di kantor Kejari Buol, Sabtu (9/11).

Noviar mengatakan, penahanan terhadap ketiga tersangka dilakukan usai hasil pemeriksaan saksi-saksi terkait dalam dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Masjid Raya Buol Tahap III di Kabupaten Buol tahun anggaran 2017, dengan nilai pekerjaan yang merugikan negara sebesar Rp 1,7 miliar. “Bukti yang kita peroleh sudah cukup,” ujarnya.

Noviar menjelaskan, kasus tersebut terungkap berdasarkan hasil penyelidikan tim Jaksa Kejari Buol yang menemukan fakta paket pekerjaan pembangunan Masjid Raya Buol tahap III sudah dicairkan PT Sarana Pancang Tomini atas persetujuan dari PPK dan Konsultan Pengawas PT Arsindo Mega Kreasi. Namun pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan.

Dibuat dokumen pendukung pencairannya seolah-olah telah dilaksanakan. Ketiga tersangka Kamis (07/11) ditahan penyidik selama 20 hari kedepan di Lapas Kelas III Leok di Buol. Setelah itu perkaranya akan dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Palu untuk proses persidangan. “Untuk penahanan tiga orang tersangka kami sudah melaporkan ke Kejaksaan Agung di Jakarta,” tandas Noviar.

Dijelaskannya atas bukti-bukti yang diperoleh ketiga tersangka dijerat dengan pasal 2, pasal 3, junto pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Atau melanggar pasal 9 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kasus dugaan korupsi rumah ibadah ini sebelumnya digugat tiga tersangka lewat sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Buol dan dimenangkan pihak Kejaksaan, sehingga kasus perkara tersebut prosesnya dilanjutkan. “Semua berkas sudah kita lengkapi tinggal menunggu dilimpahkan kepengadilan Tipikor Palu,” demikian Noviar. (tam)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.