Tiga Tersangka Ditetapkan di Kasus Korupsi Rumah Ibadah

- Periklanan -

BUOL-Pekerjaan pembangunan Masjid Raya Buol yang sudah masuk tahun kelima, telah menghabiskan anggaran puluhan miliaran rupiah kini bermasalah. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Buol baru saja menetapkan tiga tersangka korupsi atas pelaksanaan pekerjaan pembangunan tahap III tahun 2017 dengan nilai Rp 1,7 miliar.
Hal itu terungkap dari Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buol, Sulawesi Tengah, yang menyebutkan kasus itu terkuak di publik berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala kejaksaan Negeri Buol Nomor : PRINT- 1.a /P.2.17.4/Fd.2/07/2019, PRINT-1.b/P.2.17.4/Fd.2/07/2019, PRINT-1.b/P.2.17.4/Fd.2/07/2019. Telah menetapkan 3 (tiga) orang tersangka HBDH selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan R selaku Direktur PT Sarana Pancang Tomini, serta MFT selaku Konsultan Pengawas.
Ketiga tersangka ditetapkan tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buol, masing-masing Nomor : B-72a/P.2.17.4/Fd.2/07/2019 untuk tersangka HBDH, dan Nomor : B-72b/P.2.17.4/Fd.2/07/2019 untuk tersangka R, serta Nomor : B-72c/P.2.17.4/Fd.2/07/2019 untuk tersangka MFT.
Dalam kasus tersebut, terungkap hasil penyelidikan tim jaksa dari Kejari Buol yang menemukan fakta bahwa paket pekerjaan pembangunan Masjid Raya Buol tahap III sudah dicairkan oleh PT. Sarana Pancang Tomini atas persetujuan dari PPK pembangunan Masjid Raya Buol tahap III dan Konsultan Pengawas PT. Arsindo Mega Kreasi, namun pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan dan dibuat dokumen pendukung pencairannya seolah-olah telah dilaksanakan atau telah dimarkup dan di rekayasa pelaporannya, mengakibatkan kerugian negara miliaran rupiah.
“Untuk sementara kami sudah tetapkan tiga orang tersangka pekerjaan pembangunan Masjid Raya Buol tahap III tahun 2017 guna proses pengembangan penyidikan selanjutnya, ” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Buol, Noviar Rizaly SH, kepada Radar Sulteng, Senin (15/7).
Dijelaskannya, tiga tersangka yang sudah ditetapkan akan diperiksa kembali untuk pengembangan penyidikan jika dalam proses ditemukan barang bukti (babuk) baru berupa aliran dana penerima uang rumah ibadah tersebut, maka tersangka akan bertambah.
Menyinggung soal kuasa anggaran pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) saat itu, dalam hal ini Kadis Ir. Supangat, kejaksaan belum mendapatkan bukti tentang keterlibatan kadis. Jika saja dalam proses penyidikan terungkap fakta baru yang menyeret nama pengguna anggaran tentu kejaksaan akan menindak lanjuti menjadi tersangka.
Terhadap ketiga tersangka tersebut dijerat dengan sangkaan melanggar pasal 2, pasal 3, jo pasal 18 Undang-undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI No 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
“Kita fokus dulu pada proses pemeriksaan penyidikan ketiga orang yang sudah dinyatakan sebagai tersangka, karena bisa jadi akan berkembang dan tersangkanya bisa lebih dari tiga orang, ” pungkas Noviar.(tam)

- Periklanan -

2 Komen
  1. […] *Tulisan ini telah ditayangkan di Radar Sulteng dengan judul “Tiga Tersangka Ditetapkan di Kasus Korupsi Rumah Ibadah” Link – https://radarsulteng.id/tiga-tersangka-ditetapkan-di-kasus-korupsi-rumah-ibadah/ […]

  2. […] *Tulisan ini telah ditayangkan di Radar Sulteng dengan judul “Tiga Tersangka Ditetapkan di Kasus Korupsi Rumah Ibadah” Link – https://radarsulteng.id/tiga-tersangka-ditetapkan-di-kasus-korupsi-rumah-ibadah/ […]

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.