Tiga Sopir Angkutan Mudik Positif Narkoba

- Periklanan -

Ilustrasi (@jawapos.com)

PALU – Menjelang puncak mudik lebaran Idul Fitri, Dit Lantas Polda Sulteng bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, turun mengambil sampel urine sopir angkutan umum di Terminal Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Senin (19/6) lalu. Dari puluhan sopir yang menjalani tes urine, ada tiga orang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika.

Direktur Lalulintas Polda Sulteng, AKBP Imam Setiawan mengatakan, sopir yang tes urine dinyatakan positif akan menjalani proses lebih lanjut. Apakah dilanjutkan proses hukumnya atau hanya menjalani rehabilitasi. “Kita akan lihat lagi nanti,”kata Imam.

Bagi pemudik yang menggunakan jalur darat, khususnya yang naik angkutan umum, diharap punya kontribusi dalam menjaga keselamatan. Lakukan kerja sama yang baik dengan pihak Dishub dan kepolisian. Bila sopir mobil angkutan umum ugal-ugalan di jalanan atau dalam keadaan mengantuk, penumpang mesti protes. Silakan ingatkan sopir untuk tertib berkendara dan beristirahat kalau ngantuk.

- Periklanan -

“Misalnya si sopir tak mau menerima saran dan tetap berperilaku buruk, minta untuk berhenti di pos mudik. Laporkan ke polisi setempat,”ujar Dirlantas Polda Sulteng memberi saran.

Pasalnya, ada indikasi beberapa sopir menggunakan narkotika saat mengemudi. Dan sopir dalam pengaruh narkotika, berbahaya mengemudikan mobil dalam perjalanan jauh. “Sopir yang terindikasi positif narkotika, rawan menyebabkan kecelakaan”sebut Dirlantas Polda Sulteng

Olehnya itu, diperlukan sinergitas dengan masyarakat dan komponen lainnya untuk sama-sama menciptakan situasi yang aman dan tertib selama pelaksanaan mudik maupun arus balik. “Sehingga mudik kali terhindar dari kecelakaan,”ujarnya lagi.

Dalam menyukseskan mudik tahun ini, pihaknya juga didukung jajaran TNI, Dinas Perhubungan, dan Jasa Raharja. Ada sekitar 63 pos didirikan dalam mendukung kelancaran mudik di wilayah Sulteng kali ini.

Di setiap jalur yang rawan longsor atau banjir, telah mendapat perhatian khusus. Personel Lantas yang ada di polres-polres kota dan kabupaten di Sulteng, diminta ikut berperan mengawasi jalur rawan bencana. “Ada personel yang disiagakan dekat situ. Titik-titik jalur rawan bencana diberi tanda bendera merah segi tiga. Kalau menemukan begitu, pemudik tak perlu khawatir. Itu cuma tanda saja,”demikian Imam. (cr5)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.