Tiga Penambang di Desa Bada Poso Tertimbun Longsor

- Periklanan -

Ilustrasi penemuan tambang emas ilegal oleh Polisi. (@jpnn.com)

POSO – Aktivitas penambangan emas ilegal di desa Bekekau dataran Bada kecamatan Lore Selatan kabupaten Poso memakan korban.

Minggu (17/9) tiga orang yang sedang melakukan aktivitas penambangan diinformasikan tertimbun longsor. Satu dari tiga korban longsor tersebut dikabarkan meninggal dunia di tempat.

Lokasi yang longsor merupakan lubang (terowongan) yang digali warga untuk menambang.

Mantan Camat Lore Selatan, Starling Talengkau membenarkan telah terjadinya musibah nahas tersebut. Sekarang kasus tersebut sudah ditangani aparat kepolisian setempat, yakni Polsek Lore Selatan. “Kabar adanya bencana itu benar pak. Sekarang kasusnya ditangani Polsek setempat,” kata Starling saat dikonfirmasi via telepon, sore kemarin (17/9).

- Periklanan -

Pensiunan PNS eselon 3A ini belum tau persis krologi terjadinya longsor tambang maut di bekas wilayah kerjanya. Tapi dari informasi yang diperolehnya, musibah longsor terjadi saat aktivitas penambangan warga sedang berjalan.

Daniel, warga Bada, juga menyebut hal sama. Katanya, longsor terjadi saat warga asyik menambang. “Korbannya tiga orang. Tapi yang dua orang masih dicari dan belum ditemukan,” ungkapnya.

Baik Starling maupun Daniel belum tahu identitas korban yang tertimbun longsor. Mereka juga belum tahu warga dari mana yang terkena maut tersebut. Mengingat para pelaku penambangan emas di Bekekau banyak yang berasal dari luar Bada dan Poso. Sebagian penambang ada yang berasal dari daerah Sulsel, Sulut dan kabupaten lain di Sulteng.

Belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait longsor maut ditambang emas ilegal Bada.

Jauh sebelumnya, pemkab Poso dan Polres Poso menyatakan jika aktivitas penambangan emas yang berada di wilayah Bada, termasuk di desa Bekekau, adalah ilegal. Pada sekitar Maret 2017 lalu, pemkab dan polisi bahkan telah menutup aktivitas penambangan yang ada di Bada. Tapi anehnya penambangan masih berjalan hingga sekarang merenggut korban jiwa. (bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.