Tiga Kloter Asal Sulteng Menuju Makkah

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

MADINAH – Tiga Kelompok Terbang (Kloter) Jamaah Calon Haji (JCH) asal Sulawesi Tengah (Sulteng) masing-masing kloter 5,6 dan 7  Selasa (15/8) selepas salat Ashar sudah meninggalkan Madinah menuju Makkah.

Meski dilaporkan ada sebagaian jamaah calon haji yang kategori risiko tinggi (Risti) mengalami sakit akibat cuaca di Madinah yang panas, namun berkat kesigapan tim medis di masing-masing kloter para jamaah tersebut masih bisa melanjutkan perjalanan menuju Makkah.

- Periklanan -

Muhammad Munif Godal, TPHI Kloter 8 kepada Radar Sulteng melaporkan, ada sejumlah jamaah yang masuk kategori Risti mengalami sakit akibat perubahan cuaca di Kota Madinah yang panas mencapai 51 dejarat celcius.  Para jamaah yang tidak disebutkan identitasnya itu, sempat mendapat perawatan di rumah sakit di Madinah namun sekarang sudah dikembalikan lagi ke kloter masing-masing. ‘’Untuk kloter 5 terdapat satu jamaah pria yang sempat sakit, dan kloter 8 ada satu jamaah perempuan yang sakit. Para jamaah tersebut sudah dikembalikan ke kloter dan sudah ditangani tim medis kloter,’’ jelas Munif.

Lanjut Munif, para jamaah yang sudah meninggalkan Madinah menuju Makkah terlebih dahulu mengambil Miqot di masjid Bir Ali, Zulkhulaifah. Dipandu tim pembimbing, para jamaah sebelum memasang niat umrah terlebih dahulu melaksanakan salat sunah ihram dua rakaat. Dalam perjalanan menuju Makkah, para jamaah memperbanyak bacaan talbiyah. Perjalanan Madinah menuju Makkah diperkirakan memerlukan waktu sekira lima jam menggunakan bus.

Terkait pelayanan medis kata Munif, tim medis kloter 8 yang dipimpin dr Nurul Eksan dan tim perawat Sartika Bahri membuka pelayanan tiga kali dalam seminggu. Satu kali visitasi ke kamar-kamar hotel dan poliklinik dua hari sekali. Dijadwalkan, kloter 8 dan 9 akan meninggalkan kota Madinah Kamis (17/8) setelah salat ashar. ‘’Alhamdulilah secara umum jamaah haji asal Sulteng semua dalam keadaan aman dan lancar. Tim medis selalu mengimbau para jamaah untuk memperbanyak minum dan makan buah,’’ demikian ungkap sekretaris MUI Palu itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, jamaah calon haji asal Sulteng setibanya di kota suci Madinah langsung melaksanakan Arbain atau salat fardhu selama 40 waktu berturut-turut. Juga melaksanakan salat sunnah dan memperbanyak baca Alquran serta bacaan zikir. Selain itu, para jamaah berkesempatan ziarah ke makam Nabi Muhammad as dan juga ke museum Alquran. (*/lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.