Tiga Jam Rusdy Mastura Diperiksa Kejati Sulteng

Sebagai Saksi dalam Kasus Pembayaran Jembatan IV Palu

- Periklanan -

PALU – Tak akan berhenti sampai ada ditetapkannya tersangka. Itulah komitmen pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng masih terus melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang saksi.
Baik itu dari pemerintah, anggota legislatif, maupun rekanan, yakni PT Global Daya Manunggal (GDM), dan hingga saat tercatat sudah 50 saksi diperiksa penyidik.

Dalam pemanggilan saksi, pihak Kejati Sulteng meminta keterangan mantan Walikota Palu dua periode yakni, Rusdy Mastura. Tampak Rusdy Mastura yang akrab disapa Cudy masuk keruang penyidik sejak pukul 09.00 WITA. Selama tiga jam pemeriksaan, Cudy keluar ruang penyidik dan masuk kembali ke ruangan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus).

Usai pemeriksaan, kepada wartawan, Cudy menyampaikan, pemeriksaan terhadap dirinya berkaitan dengan kasus jembatan IV Palu yang saat ini ditangani Kejati Sulteng. Cudy mengaku, keterangannya kepada penyidik hanya sekitar soal proses pembayaran jembatan di saat dia masih menjabat Walikota Palu.

“Karena waktu itu, saya menolak membayar sisa dari harga jembatan yang harus dibayarkan, karena belum ada putusan apapun saat itu. Kalau sekarang karena ada keputusan MA, menurut saya tidak salah kalau pemerintah membayarnya, sesuai putusan itu,” terangnya, Kamis (16/7).

- Periklanan -

Untuk kelanjutan proses pembayaran Cudy mengaku, tidak mengetahui lagi mekanismenya, karena sudah bukan di zaman kepemimpinanya. Namun dengan proses penyidikan yang dilakukan Kejati Sulteng tentunya sangat diapresiasi, agar bisa meluruskan isu yang telah beredar. “ Semua tentunya baik-baik saja untuk mengungkapkan yang benar, sebab yang benar tetap benar dan salah ia salah, jangan kita berlebihan,” ungkapnya.

Sementara, mantan anggota DPRD Palu, Hamsir, terlihat kembali memenuhi panggilan penyidik yang kesekian kalinya. Ia bahkan sangat kooperatif, selain telah melakukan penembalian uang kepada penyidik sebesar Rp50 juta. Hamsir mengaku, bahwa uang tersebut diterimnya jelang dilaksanakannya Pemilihan legislatif. Uang tersebut bahkan diantarkan dirumahnya oleh salah seorang yang enggan disebutkan namanya. “Jadi waktu saya tanya uang apa ? Yang mengantar uang saat itu tidak bisa menjawab. Saya ada niat mengembalikan saat itu namun ditolak,” terangnya.

Terkait kasus itu, Assisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, Edward Malau, menyampaikan bahwa telah ada pemeriksaan sebanyak 50 an orang saksi, dan saat ini telah ada empat orang diantaranya Rusdy Mastura, dan inisial HU, RO, SY. “Kalau sekarang belum ada yang ditetapkan tersangka. Dari semua saksi yang diperiksa tentunya masih dilihat dulu siapa yang akan bertangungjawab, sekarang belum ada,” katanya.

Untuk awal pemeriksaan tentunya Kejati Sulteng menerima tugas dari Kejaksaan Agung, yang meminta agar melanjutkan pemeriksaan adanya dugaan penyimpangan undang-undang. “Saat ini kamis terus masih mendalami kasus ini,” kata Edward. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.