Tidak Disiplin, Pemkab Tolitoli Pecat Tiga ASN

- Periklanan -

Wakil Bupati dan jajaranya saat memimpin jalannya UPDN dirangkaikan dengan hari Anti Narkotika Nasional dan pemberian sanksi pemecatan terhadap aparaturnya yang terlibat tindak pidana. (Foto: Yuslih Anwar)

TOLITOLI – Sedikitnya 10 orang ASN dilingkungan Pemkab Tolitoli, diumumkan mendapatkan sanksi bervariasi saat digelarnya Upacara Penegakan Disiplin Nasional di lapangan Hi Hayun Senin (17/7).

Tiga dari 10 nama yang  diumumkan mendapatkan sanksi, adalah mereka yang diberhentikan dengan tidak hormat karena  terbukti sesuai putusan pengadilan melakukan tindak pidana umum, yakni  pencabulan terhadap anak dibawah umur serta kasus pengelapan.

Tiga ASN Pemkab Tolitoli yang mendapatkan sanksi Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH) tersebut diantaranya, Sutadji Jones yang merupakan guru SMP dan Verry Thomas Fredly Maniku staf Pamong Praja, keduanya dipecat karena kasus asusila terhadap anak di bawah umur. Sementara Basri yang bekerja sebagai staf pada dinas perpustakaan diberhentikan lantaran kasus penggelapan.

Sementara 7 ASN lainnya yang mendapatkan sanksi berat dan ringan di antaranya, Irwan Datu Amas, bekerja di RSU Mokopido dan Lutfi staf Badan Penyuluhan KB mendapatkan sanksi berat dengan penurunan pangkat. Sementara Abd Rahman Staf Dinas Transmigrasi, Mustafa staf dinas PU dan Penataan Ruang, Masda, Sri Astuti dinas Pariwisata dan Sri Yanti staf RSU mendapatkan sanksi ringan berupa penundaan pangkat karena sering absen jam kerja.

- Periklanan -

Tidak seperti pemberian sanksi yang berlaku pada TNI maupun Polri, di mana aparat yang mendapat sanksi ditampilkan di depan. Di lingkungan Pemkab Tolitoli, 10 nama ASN yang diberikan sanksi tersebut, saat pelaksanaan upacara penegekan disiplin kemarin hanya dibacakan oleh protokoler.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Tolitoli Lely Yanis BA mengatakan, surat pemecatan itu telah diteken. Menurut dia, 3  orang PNS dipecat  lantaran terbukti melakukan tindak pidana umum, selebihnya karena indisipliner. “Kalau yang pidana umum tiga orang, ada yang divonis tiga tahun, dua tahun, dan satu tahun penjara,” jelasnya.

Sementara tujuh ASN lainnya, lanjut Lely Yanis  masih diberikan sanksi ringan dan berat lantaran indisipliner, yakni sering kali bolos kerja. Pemberian sanksi pegawai itu menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Inspektorat. Mereka dinyatakan melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

Sementara, Wakil Bupati Tolitoli H. Abdul Rahman H. Budding pada pelaksanaan Upacara Penegakan Disiplin Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli yang dirangkaikan Hari Anti Narkotika Internasional tersebut mengatakan, mengharapakan kepada seluruh ASN Pemkab Tolitoli untuk tetap disiplin  sebagai abdi negara.

Pemerintah dengan tegas dan tuntas memberikan tindakan kepada Aparatur Sipil Negara yang tidak mematuhi Undang-Undang dan Peraturan Kepegawaian. Selain itu seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat bekerja maksimal untuk membina dan mengarahkan Aparatur ASN untuk tidak melakukan pelanggaran yang berakibat pemberian sanksi dan hukuman. (yus)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.