Tidak Berikan Karcis, Pastikan Itu Juru Parkir Ilegal

- Periklanan -

PALU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu mengingatkan bahwa juru parkir (Jukir) yang tidak memberikan karcis kepada pengendara, dianggap ilegal. Dishub pun mengklaim bahwa setiap bulan pihaknya mendistribusikan karcis parkir tersebut kepada para petugas parkir.

Seorang Jukir dengan berseragam rompi warna hijau-biru sedang mengarahkan kendaraan yang akan parkir di rumah makan yang berada di bilangan Jalan Setia Budi. (Foto: Mugni Supard

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kota Palu, Gamal mengungkapkan, pemberian karcis parkir terus diberikan kepada para juru parkir setiap bulannya. Karcis itu diberikan, saat para Jukir memberikan setoran perbulannya kepada pemerintah.  “Karcis itu diberikan tergantung adanya setoran dan diberikan setiap bulan,” ungkap Gamal, kepada Radar Sulteng, Senin (22/1) kemarin.

Dia pun tidak menampik, masih adanya tukang parkir liar, yang masih beroperasi di Kota Palu. “Itulah biasanya ada warga yang bertanya kenapa pada saat dimintakan berupa karcis, katanya lagi kosong, itu tandanya juru parkir tersebut ilegal atau dia belum setor uang, makanya tidak ada karcisnya,” kata Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Palu.

- Periklanan -

Sementara untuk ketersediaan karcis di Dishub, hingga saat ini masih ada, tanpa mengalami kekurangan. “Stok karcis juga kita sesuaikan dengan jumlah juru parkir yang ada,” sebutnya.

Kaitannya dengan Jukir yang resmi, kata Gamal, namun tidak memiliki karcis, itu dikarenakan pada saat waktu penyetoran ke Dishub setiap bulan, juru parkir tersebut lalai atau tidak menyetor uang tunai sesuai dengan jumlah uang yang disetorkan. “Ketentuanya begitu, setor uang tunai dapat karcis,” bebernya.

Sementara untuk tahap penyetoran uang tunai ke Dishub bagi juru parkir tersebut, akan disesuaikan dengan pendapatan dari juru parkir setiap hari dan diakumulasikan selama 30 hari ke depan. “Dari hasil akumulasi tadi, ada Jukir yang menyetor ke Dishub dengan nilai Rp1 juta per bulan, dan sebaliknya ada juga Jukir yang menyetor hanya Rp200 ribu per bulanya, itu semua tergantung dari jumlah pendapatan di lapangan,” sebutnya.

Pemberian penetapan setoran bagi para Jukir yang ada, semuanya berdasarkan dengan data di lapangan. Dimana pihak Dishub langsung turun ke lapangan untuk mengkaji, sejauh mana pendapatan yang di peroleh setiap hari, dan kendaraan apa saja yang sering ada di sana. “Penetapan setoran di rumuskan melalui hasil survei hingga dua kali turun ke lapangan,” tutupnya. (cr7)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.