alexametrics Tidak Ada Pemotongan Insentif Petugas Covid-19 – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tidak Ada Pemotongan Insentif Petugas Covid-19

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Dinas Kesehatan Sulteng menegaskan tidak ada pemotongan insentif petugas Covid-19 di Sulteng. Dana yang disalurkan ke petugas sesui aturan yang berlaku. Dari data yang diperoleh Harian Radar Sulteng, Tenaga Medis dan dokter yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19 akan mendapatkan insentif tenaga kesehatan. Besaran insentif per-bulannya sesuai Surat Menkeu No:S-239/MK.02/2020.

Dari surat tersebut disebutkan, Dokter Spesialis maksimal Rp15.000.000, Dokter Umum dan Gigi maksimal Rp10.000.000, Bidan dan Perawat maksimal Rp 7.500.000, dan Tenaga Kesehatan Lainnya maksimal Rp 5.000.000.

Besaran insentif yang diterima tenaga kesehatan (Nakes) akan berbeda bagi setiap individu, bergantung pada assessment risiko paparan Covid-19 bagi setiap Nakes yang dilakukan oleh RS, sesuai petunjuk teknis dari Kemenkes. Assesmen risiko paparan Covid-19 terdiri atas sangat tinggi, tinggi, sedang, atau rendah, yang masing-masing mempunyai bobot insentif berbeda sesuai yang diatur oleh Kemenkes.

Anggaran pemberian insentif tenaga kesehatan daerah tersebut bersumber dari Dana BOK Tambahan sebagaimana ditetapkan dalam Perpres No.54 Tahun 2020. Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulteng dr Jumriani Yunus menegaskan, tidak ada pemotongan insentif bagi petugas Covid-19 di Sulteng. Yang diberikan dinas sesui dengan aturan yang berlaku.

Jumriani mengungkapkan untuk besaran insentif yang diterima petugas covid19 sudah ada Juknisnya, masing-masing berbeda-beda sesui profesi. Pencairan di Sulteng hingga saat ini yang cair baru sampai Mei 2020 untuk yang APBN. Untuk dana yang berikutnya belum turun. “Sedangkan untuk dana APBD sudah dicairkan hingga Agustus,” sebutnya.

Jumriani menambahakan, dana yang dinas berikan ke petugas kesehatan telah sesuai. Seperti dana bagi petugas Covid-19 berasal dari APBD diberikan sesui dengan Standar Biaya Umum (SBU) yang ada di Provinsi, bukan sesui Juknis. “Karena dana yang digunakan adalah dana APBD. Jadi yang kita pakai adalah SBU yang belaku disini,” jelasnya.

Dinas memberikan insentif sesui dengan nama yang tercantum, berapa nama dimasukan rumah sakit itulah dibayar dinas. Jika sesuai SBU Sulteng minimal yang diterima setiap bulannya Rp 1,3 juta. Selain itu setiap bulannya dinas juga melakukan revisi, berapa perawat yang sudah tidak berhubungan dengan covid19, dan sudah melakukan tupoksinya seperti biasa tidak akan dibayarkan lagi.

Saat dihubungi Wakil Direktur RSUD Undata Palu dr Amsyar Praja mengatakan, insentif bagi petugas covid19 di RSUD Undata Palu telah dibayarkan Maret, April, dan Mei, untuk bulan berikutnya menyusul sesui pengajuan dari rumah sakit. “Tidak bisa ada pemotongan karena langsung masuk ke rekening masing-masing individu,” tegasnya. (umr)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.