Tidak Ada Masalah Kejati Menempati Gedung Wanita

- Periklanan -

PALU-Ketua Komisi III, DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Ir. Sonny Tandra, dimintai tanggapannya soal penggunaan Gedung Wanita salah satu asset yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, menyatakan tidak ada masalah. Sebab, Kejati bekerja untuk negara, di bidang yudikatif.

“ Tidak ada yang salah, karena Kejati juga bekerja untuk negara, “ kata Sonny Tandra, kepada Radar Sulteng, Rabu (8/9).

Menurut Sonny, bila Kejati menempati gedung Wanita, karena mereka tidak memiliki pilihan lain, tidak ada gedung lain yang bisa digunakan di tingkat provinsi, mengingat personel yang ada di Kejati cukup banyak hingga harus menggunakan gedung yang sepadan, besar dan cukup menampung personel Kejati.

- Periklanan -

Sonny juga mengatakan persoalan menempati sementara Gedung Wanita Sulteng itu sah-sah saja, tidak mengganggu independensi kejaksaan sebagai lembaga penuntutan perkara pidana. Yang penting bukan fiktif, dan bukan untuk Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) pribadi, atau oknum.

Hal itu sama dengan, tambah Sonny lagi, ketika pemerintah membantu Tim Madago Raya dibidang pengamanan yaitu institusi TNI-AD dari Korem 132 Tadulako dan Polda Sulteng, bantuannya berupa finansial operasi di tahun 2021 sebesar Rp 3,2 miliar dan akan dibantu lagi pada tahun 2022 tahun depan, itu layak dibantu karena terkait dengan tugas negara.

“Jadi sama-sama untuk kepentingan negara disini. Tidak ada yang salah. Korem dan Polda dibantu untuk kegiatan Operasi Madago Raya. Juga Kejati dibantu untuk keperluan negara, dalam rangka mereka bekerja sehari-hari di bidang hukum, “ tandas Sonny.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.