Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tertipu Janji UN Swissindo, Datangi Bank Mandiri Palu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Aparat kepolisian dilengkapi senjata lengkap melakukan penjagaan di depan Bank Mandiri, Rabu. (Foto: Wahono)

PALU – Masyarakat berbondong mendatangi Bank Mandiri untuk menagih janji pemberian UN Swissindo,  Rabu (23/8). Puluhan warga itu dengan berharap pencairan uang yang dijanjikan UN Swissindo sebesar Rp15 juta dari pihak Bank Mandiri, namun hal itu tidak sesuai harapan.

Setiba di Bank Mandiri, Jalan Sam Ratulangi, warga yang dikabarkan didampingi pihak UN Swissindo dalam pencairan tersebut tidak diindahkan. Karena pihak UN Swissindo sendiri tidak hadir dalam pencairan. Informasi yang diterima, tidak hadirnya pihak UN Swissindo, karena masih melakukan rapat di kantor UN Swissindo, dan menunggu arahan dari kantor Pusat.

“Kami hanya diarahkan untuk ke Bank Mandiri, dari pihak UN Swissindo memberikan kabar melalui telepon bahwa bakal ada pencairan uang,” ungkap Salman, warga asal Tawaili.

Salman yang mengaku merasa telah tertipu ini, bingung ketika tiba di Bank Mandiri. “Kata Satpam bahwa ini tidak benar, saya diberikan selembaran yang bertuliskan bahwa Bank Mandiri tidak bertanggung jawab terhadap setiap kegiatan maupun transaksi terkait UN Swissindo,” jelasnya.

Dari keterangan beberapa warga yang mendatangi Bank Mandiri kemarin, mereka merasa tertipu dengan apa yang dilakukan pihak UN Swissindo. Pasalnya, mereka telah membayar biaya masuk dalam anggota Rp15 ribu. Dengan jangka waktu tiga bulan uang akan cair di Bank Mandiri sebesar Rp15 juta. ”Itu kata UN Swissindo kepada kami,” ungkap warga.

Sementara Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto mengatakan sampai saat ini persoalan UN Swissindo belum ada laporan, sehingga pihak Polda Sulteng belum melakukan tindakan, karena tidak ada laporan. ”Ini bukan kasus delik aduan, ini adalah pidana umum sehingga kami perlu adanya laporan dari pihak yang di rugikan,” jelasnya.

Hari bahkan berharap untuk masyarakat maupun pihak yang merasa dirugikan untuk melaporkan kasus ini kepada Polda Sulteng. “Kami berharap ada laporan,” katanya. (who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.