Tertidur di Ayunan, Bocah Tiga Tahun Terbakar di Dalam Rumah

- Periklanan -

PALU – Nyawa seorang bocah, Erza Viona (3), tidak sempat tertolong saat rumah kakeknya, Basmini, di Jalan Kebun Sari I, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, terbakar pada, Kamis (12/12) sekitar pukul 15.50 wita. Saat kebakaran, Erza hanya dalam posisi sendiri di dalam rumah sedang berada di ayunan.

Saksi mata sekaligus paman korban, Wirsam mengatakan, pada saat itu berada di dapur dan mencium bau hangus, kemudian dia melihat ke arah ruang tengah rupanya api sudah membesar. Wirsam langsung mencoba memadamkan api dengan cara menyiram dengan air, tetapi api tetap membesar.

Tak berselang lama, nenek korban Hatinia, datang dan memberitahukan kepadanya bahwa Erza masih berada di dalam kamar. “Saya masih sempat dengar Erza berteriak memanggil neneknya. Jadi saya mencoba masuk ke dalam kamar, namun api semakin membesar dan menjalar dengan cepat ke kamar korban, saya tidak bisa berbuat apa-apa, malah terkenan luka bakar di bagian tangan kiri dan leher belakang,” cerita Wirsam.

Api sendiri di perkirakan Wirsam muncul dari arah kamar depan, yang dimana di kamar itu terdapat dua jerigen bensin yang belum di pindahkan ke botol. Rumah yang terbuat dari kayu dan tripleks semakin mudah membuat api cepat menyebar. Apalagi kata Wirsam, kondisi rumah yang jauh dari rumah penduduk lainnya, sehingga pada saat kebakaran batuan dari masyarakat sekitarnya terlambat.

“Jadi Erza ini di tinggal oleh neneknya ke kebun belakang dalam kondisi tertidur di ayunan. Kemungkinannya karena arus pendek listrik, di rumah ini tidak menggunakan meteran hanya disambung langsung tepat di kamar yang ada jerigen,” jelas Wirsam.

- Periklanan -

Selain rumah milik Basmini yang ludes terbakar, tetapi api juga menjalar ke rumah disebelahnya milik, Zulham (43). Saksi mata di rumah itu, Citra mengakui, dia melihat asap masuk dari selah selah dinding rumah, dirinya langsung keluar ke depan rumah sembari mendengar jeritan dari Erza.

“Saya melihat asap mengepul hitam di atas sebelah kiri rumah pak Basmin,” sebut Citra.
Erza sendiri tinggal dengan nenek dan kakeknya. Ibu dan adiknya menjadi korban likuifaksi Petobo 2018 lalu. Sedangkan ayahnya sedang menjalani masa tahanan di Lapas Petobo.

“Iya di lapas sekarang, tapi sudah tidak lama lagi rencananya ingin keluar, sudah selesai masa tahanannya,” kata Lurah Petobo, Arifin Ladjuni ditemui di lokasi.

Karena anaknya menjadi korban, pihak kepolisian menjemput ayah korban untuk melihat kondisi anaknya sebelum dikebumikan Kamis malam. “Langsung dikebumikan karena kan luka bakar, ayahnya ada dijemput,” tambah Arifin.

Selang setengah jam dari awal kejadian, 3 armada dengan 30 personel Damkar Kota Palu tiba dilokasi untuk memadamkan api. Namun Erza sudah tidak berhasil diselamatkan. Setelah pemadaman, Erza sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi hangus terbakar dan terbaring di atas sprinbad. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.