Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tertibkan Pedagang di Anjungan Nusantara, Satpol PP Terlibat Bentrok

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

BENTROK : Gerobak warga yang dirusak petugas Satpol PP saat melakukan penertiban di Anjungan Nusantara. Foto lainnya, Enal salah seorang warga yang kena pukul petugas Satpol PP saat melakukan penertiban Rabu (11/1). (Foto: Sarifudin)

PALU – Dua orang warga luka akibat kerusuhan antara aparat pemerintah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu dengan warga yang berjualan di sekitaran Anjungan Nusantara Jalan Komodo Kecamatan Palu Timur Kota Palu Rabu sore (11/1).

Dari pantauan radar sulteng, terlihat dua mobil satpol PP dengan puluhan petugas Satpol PP Kota Palu dengan membawa kayu dan rotan mendatangi serta melarang warga yang berjualan di sekitaran Anjungan tersebut.

Namun warga yang akan diangkut dagangannya oleh Satpol PP tidak menerima dengan pengangkutan yang dilakukan petugas. Warga beralasan bahwa mereka selalu menjaga kebersihan di sekitaran Anjungan tersebut. Bahkan warga mengeluhkan sikap tidak adil petugas yang merazia mereka dan membiarkan pedagang lain yang berada di bagian depan TVRI.

Dari informasi yang dihimpun Radar Sulteng, Petugas datang kepada pedagang untuk melakukan penertiban, namun pedagang mempertanyakan keadilan petugas yang hanya menertibkan pedagang yang berada dekat anjungan.

“Kenapa yang disini diangkut barangnya? Yang depan TVRI itu juga banyak penjual,” kata seorang pedagang menjelaskan pada petugas.

Kemudian petugas menjawab dengan bahasa yang tidak semestinya.

“kenapa? kamu melawan?,” kata salah seorang petugas kepada pedagang.

Sesaat setelah itu, petugas tersebut langsung mematahkan gerobak milik pedagang dan ada petugas yang lain langsung memukul pedagang dari belakang. Saat itulah kejadian menjadi semakin tidak terkontrol.

Warga yang tidak terima dengan perlakuan petugas sontak menyerang balik petugas Satpol PP dengan melemparkan batu ke arah petugas dan terjadi baku hantam dengan para petugas.

Enal salah seorang yang penjual yang di pukul petugas satpol pp mengatakan warga yang berjualan selalu menjaga fasilitas dan kebersihan di area tempat tersebut bahkan rela mengumpulkan dana dari para penjual untuk menggantikan lampu taman yang rusak akibat perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab.

”Penjual disini patungan untuk gantikan lampu yang di rusak bahkan kita yang isi pulsa listriknya,“ ungkapnya.

Sejumlah peagang lain juga menyayangkan sikap pemerintah Kota Palu terhadap rakyat keci;.

”Walikota sendiri yang bicara sebelum Palu Nomoni, katanya jangan hilangkan penjual di tempat ini,“ ungkap Ramlah kepada media ini.

Ramlah juga mengatakan bahwa jangan jadikan rakyat kecil seperti ini. Ramlah juga mengungkapkan dahulu sebelum pencalonan, Hidayat (Walikota, red) datang langsung menemui pedagang disini dan tidak mempermasalahkan pedagang yang berjualan.

“Kenapa bawahannya malah seperti ini,” katanya.

Selain itu Tika salah seorang warga yang juga berjualan di kawasan tersebut mengatakan bahwa saat Kampanye pemilihan Walikota Palu , Hidayat datang kepada mereka dan berjanji untuk mensejahterakan masyarakat Kota Palu terutama para pedagang yang berjualan di tempat tersebut dan tidak melarang untuk berjualan di tempat itu bahkan beberapa tim sukses memberikan uang kepada pedagang.

“Katanya uang transportasi. Tapi sudah dipilih kelakuannya seperti ini mana janjinya itu“ ungkap Tika.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Palu, Mohammad Arif saat dikonfirmasi media ini menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan dampak dari kejadian sebelumnya (10/1).

Arif menjelaskan bahwa pada Selasa (10/1) petugas sudah mensosialisasikan kepada pedagang yang berjualan di anjungan tersebut. Namun ada salah satu pedagang yang mengeluarkan pisau kepada petugas.

“Makanya tadi sore (kemarin, red) saat ada pedagang yang bersikeras tidak ingin diangkut barangnya, petugas sudah siap-siap. Jangan sampai ada pisau seperti sebelumnya,” terang Arif.

Arif juga mengungkapkan bahwa petugas yang tidak ingin keadaan semakin memanas, akhirnya mundur secara perlahan ke arah mobil. Namun petugas terus dilempari oleh para pedagang sehingga kejadian yang tidak diinginkanpun terjadi.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, Arif meminta kepada Asisten 1 Pemkot Palu, Muhammad Ridwan Karim untuk difasilitasi pertemuan dengan warga.

“Besok pagi (pagi ini, red) kita adakan pertemuan dengan warga di aula Walikota. Untuk menyelesaikan permasalahan ini,” pungkas Arif. (cr5/cr8).

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.