Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tersangkut Hukum, Kepala BNNK Morowali Diganti

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi

PALU – Dari pertemuan antara Komisi III (Bidang Hukum) DPR RI bersama Kapolda Sulteng dan Kepala BNNP Sulteng, terungkap bahwa salah satu Kepala BNN Kabupaten sedang tersangkut masalah hukum.  Masalah tersebut juga menjadi isu yang ikut dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pejabat yang merupakan perwira menengah Polri itu telah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BNNK Morowali. Hal ini disampaikan Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi kepada wartawan, usai pertemuan di aula Torabelo Mapolda Sulteng, Rabu sore (3/5).  “Tadi dalam pertemuan sudah dilaporkan Kepala BNN Provinsi, jika yang bersangkutan tengah diproses oleh BNN, kalau tidak diproses, saya yang akan proses anggota saya tersebut,” kata Rudy.

Kapolda mengaku, telah berkomitmen untuk bersih-bersih ke dalam atau internal Polda, dari penyalahgunaan Narkoba. Terkait dengan keterlibatan dalam pelanggaran hukum apa yang dilakukan, Rudy belum mau menjelaskannya. “Untuk bukti-bukti dan apa yang dia langgar, nanti kita sampaikan kalau yang bersangkutan sudah kami sidik,” ungkap Rudy.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Tagam Sinaga, membenarkan, jika oknum yang bersangkutan telah ditarik dari jabatannya sebagai Kepala BNNK Morowali. Meski demikian, dia belum mau banyak berkomentar, sebab hal ini masih dalam proses penyelidikan.

Untuk diketahui, informasi yang dihimpun pada bulan April yang lalu, menyebutkan, jika sebelumnya Kepala BNNK Morowali, AKBP Roberthus diduga terlibat dalam penyalahgunaan jabatan. Disebutkan, bahwa yang bersangkutan melakukan penjualan barang bukti berupa sabu-sabu.

Informasi ini pun, tidak ditelan mentah-mentah oleh masyarakat Morowali, khususnya Morowali Utara. Selama menjabat beberapa bulan sebagai Kepala BNNK Morowali, Roberthus dikenal berani untuk menangkap sejumlah bandar-bandar besar di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, yang selama ini seolah tidak tersentuh oleh hukum. “Sangat kecil kemungkinannya jika beliau (Roberthus) berbuat seperti itu. Selama di sini (Morowali Utara) dia yang sering tangkap bandar-bandar sabu, dan rutin lakukan tes urine,” ujar warga Kolonodale, yang enggan disebutkan identitasnya tersebut. Bahkan saat dikonfirmasi pada April yang lalu, Kapolda Sulteng, mengaku belum mendapat laporan terkait hal tersebut.

Kini Roberthus telah ditarik ke Markas BNNP Sulteng, sebagai salah satu penyuluh, sembari menunggu proses penyelidikan atas dugaan kasus tersebut. Kepala BNNK Morowali sendiri, kini dijabat sementara oleh AKBP Ridwan, yang juga menjabat Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulteng. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.