Teror terhadap SMK Negeri 2 Palu masih Berlanjut

- Periklanan -

Kali ini, giliran kaca ruang dewan guru SMK Negeri 2 Palu yang pecah akibat dilempar orang tidak dikenal, Jumat (27/10). (Foto: Safrudin)

PALU – Teror di SMK Negeri 2 Palu masih berlanjut. Setelah pelemparan kaca kelas XII Akuntansi saat masih berlangsung jam pembelajaran, Kamis (26/10), kini giliran kaca depan masuk ke ruang kantor SMK Negeri 2 Palu dan kaca ruang guru yang menjadi sasaran peneror.

Jumat dini hari, kemarin (27/10) sekira pukul 03.00 WITA, penjaga malam di sekolah yang beralamat di Jalan Setia Budi itu, terkaget karena ada bunyi kaca yang pecah. Saat hendak melihat keluar, 2 motor dengan saling berboncengan sudah melarikan diri.

“Pak Irwan, penjaga malam dia dengar ada kaca pecah. Pas dia keluar, cuma sempat lihat 2 motor saling berboncengan yang langsung melarikan diri,” kata Wakasek Kesiswaan, Ramli SAg MPd kepada Radar Sulteng, dihubungi, kemarin (27/10).

Ramli menambahkan, pihak sekolah juga sudah melaporkan secara resmi dua insiden tersebut ke pihak yang berwajib untuk diselidiki pelakunya. Untuk menjaga keamanan di malam-malam selanjutnya, Ramli menjelaskan, penjaga malam nantinya juga akan ditemani beberapa guru untuk melakukan penjagaan malam.

- Periklanan -

“Tadi pagi kan dari Polsek Palu Timur juga ke sekolah beri pengarahan-pengarahan pada siswa. Tadi saya juga sudah melapor dan mereka berjanji akan patroli di sekitaran sekolah sebentar malam (tadi malam, red),” terangnya.

Pantauan Radar Sulteng di lokasi, kaca bagian atas ruang dewan guru dan Wakasek, pecah dengan lubang yang lebih besar dibanding dengan lubang pada pecahan kaca di kelas XII Akuntansi. Selain melempar ruang dewan guru, para peneror juga melempari kaca pintu masuk menuju ruang Kepala Sekolah. Namun tidak sampai mengenai kaca, batu yang dilempari hanya mengenai dinding di sekitar kaca, hal ini terlihat dari bekas lemparan di dinding yang masih tampak dan batu-batu yang berhamburan.

Ditemui kemarin (27/10), Wakasek Humas dan Industri SMK Negeri 2 Palu, Dra Zulfina Podungge, menjelaskan dengan kejadian ini, para dewan guru juga merasa takut, jangan sampai ada aksi yang melebih parah lagi. Saat mendatangi sekolah Jumat pagi, lanjut Zulfina, banyak guru yang was-was dengan keadaan sekolah saat ini yang terus mendapat teror.

“Takut dan mesti waspada. Jangan sampai ada aksi nanti yang lebih dari ini lagi,” ucap Zulfina.

Sekalipun ada aksi teror dua hari berturut-turut, Zulfina menjelaskan, proses pembelajaran tetap berlangsung sebagaimana mestinya dan tidak terganggu sama sekali. Terkait pecahnya kaca ruang dewan guru dan Wakasek, Zulfina menjelaskan tidak diketahui oleh para siswa untuk tidak membuat siswa makin cemas.

“Pembelajaran tetap seperti biasa. Siswa juga kita minta untuk tidak tepancing. Kita sudah sampaikan bahwa ini ada yang mau memprovokasi kita,” pungkasnya. (saf)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.