Terlibat Narkoba, Dua Pecatan Polri Dituntut 18 dan 16 Tahun Penjara

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU – Dua terdakwa pecatan anggota Polri, Omy Fitriandi dan Munardi, menarik nafas dalam-dalam. Keduanya tampak nelangsa (sedih dan muram) saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Selasa(8/8).

Keduanya dituntut pidana penjara berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terdakwa Omy Fitriandi dituntut 18 tahun, sementara Munardi 16 tahun penjara.

Dua terdakwa ini terlibat kasus narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,4 kg. Selain keduanya, perkara ini menjerat satu lagi terdakwa salah seorang warga yakni Abdul Azis. Terdakwa Abdul Azis sendiri dituntut pidana penjara 18 tahun. Mereka merupakan terdakwa kasus narkotika hasil tangkapan Tim Bareskrim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri , 5 Januari 2017. Penangkapan ketiganya dimulakan di salah satu kantor jasa ekspedisi pengiriman barang di Jalan Cut Nyak Dien, Palu.

Sidang tuntutan Omy, Munardi dan Azis, dipimpin Ketua Majelis Hakim Aisa H Mahmud. Tuntutan ketiga terdakwa dibacakan JPU Arviany. Selain pidana penjara, ketiga terdakwa juga dibebankan denda. Besarannya denda yang dijatuhkan kepada ketiganya sama yakni Rp1 miliar. Jika denda tidak dibayar, bisa diganti kurungan penjara selama setahun.

- Periklanan -

“Menuntut terdakwa Omy Fitriandi dengan pidana penjara selama 18 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata Arviany membacakan tuntutan terdakwa Omy Fitriandi.

Tuntutan terdakwa disebutkan JPU sudah berdasarkan pertimbangan. Selain tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana narkotika, pertimbangan yang memberatkan, terdakwa meresahkan masyarakat dan merusak  generasi muda.

Perbuatan ketiganya sama dalam perkara ini terbukti melanggar ketentuan pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang (UU) Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Usai mendengarkan tuntutan itu, Ketua Majelis Hakim Aisa SH MH, memberikan kesempatan selama seminggu kepada para terdakwa dan kuasa hukumnya, untuk mengajukan nota pembelaan. “Jadi sudah kalian dengar tuntutan dari penuntut umum. Kita berikan kesempatan untuk pembelaan, selama sepekan ya,” tutur Hakim Ketua yang saat itu didampingi dua hakim anggota, Demon Sembiring SH MH, dan Rosyadi SH MH.

Usai sidang terdakwa Omy terlihat meneteskan air mata. Pasalnya pada sidang tuntutan itu, hadir istri dan anaknya. Dia meneteskan air mata saat memeluk anaknya yang masih balita. Keluarga dan anaknya yang masih kecil  tetap masuk dalam pertimbangan tuntutan JPU. Meski begitu 18 tahun itulah tuntutan yang harus dijalani terdakwa.

Diberitakan sebelumnya Omy, Munardi dan terdakwa Azis, merupakan pelaku narkotika yang ditangkap pada tanggal 5 Januari 2017 oleh Tim Bareskrim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri dengan modus mengambil kiriman melalui jasa ekspedisi.  Saat dilakukan penangkapan, tim berhasil mengamankan barang kiriman berupa 1 (satu) buah kotak warna cokelat yang berisi Narkotika golongan 1 jenis sabu seberat 600 gram dan sebuah kotak warna cokelat yang berisi Narkotika golongan 1 jenis sabu seberat 800 gram.

Ketiganya dalam perkara ini didakwa melanggar Pasal 114 ayat(2) Jo Pasal 132 ayat(1) Subsider Pasal 112 ayat(2) Jo Pasal 132 ayat(1) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Selanjutnya sidang ketiga terdakwa ini akan digela tanggal (15/8) dengan agenda pembelaan dari terdakwa dan kuasa hukumnya. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.