Terkuak ! Ternyata Ada Pengakuan Terima Fee

Walikota dan Mantan Anggota DPRD Palu Diperiksa Kejati

- Periklanan -

PALU – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait dalam penyidikan, atas adanya dugaan pemberian fee dalamss proses pembayaran utang Jembatan IV Palu.

Pada pemeriksaan kali ini, giliran Walikota Palu, Hidayat dan mantan anggota DPRD Kota Palu periode 2014-2019 Hamsir yang diperiksa penyidik Kejati Sulteng, sehingga telah ada 26 orang saksi yang diperiksa dalam penyidikan kasus Sjembatan Palu IV, termasuk dari pihak PT Global Daya Manunggal (GDM).

Dalam pemanggilan di tanggal 6 Juli 2020, ada empat semestinya yang harus menjalani pemeriksaan penyidikan umum, yakni Tompa Yotokodi anggota DPRD Kota Palu, Hamsir mantan anggota DPRD Kota Palu periode 2014-2019, Yos Sudarso Marjuni, Walikota Palu Hidayat, namun duanya yakni, Tompa Yotokodi dan Yos Sudarso Marjuni mangkir dalam panggilan penyidik.

Walikota Palu, Hidayat diperiksa untuk pertama kalinya dalam dugaan kasus jembatan IV Palu. Hidayat hadir sekitar pukul 12.00 hingga pukul 16.44 wita.

Hidayat kemudian keluar dari ruang penyidik untuk melaksanakan salat Ashar di masjid kompleks Kejati Sulteng, kemudian kembali dilanjutkan pemeriksaan hingga pukul 18.30 wita.

Sementara Hamsir, yang diperiksa di ruang berbeda lebih dahulu meninggalkan kantor Kejati Sulteng sekitar pukul 16.30 wita. Hamsir menyampaikan bahwa dirinya banyak disodorkan pertanyaan oleh penyidik. Menariknya kata Hamsir, dirinya telah memberikan berkas semua petunjuk adanya uang yang diterimanya. “Ada uang Rp 50 juta, juga dokumen itu saya serahkan ke penyidik. Bahwa memang saya terima uang itu Rp50 juta. Tetapi saya tidak diberitahu uang untuk apa. Setelah saya terima uang itu, saya baru dikasih tahu kalau uang itu dari proyek Jembatan IV,” ujarnya.

- Periklanan -

Hamsir menuturkan, bahwa dalam APBD tahun anggaran 2019 tidak ada soal pembayaran eskalasi jembatan sebesar Rp14 miliar, yang ada hanya terkait dengan pembangunan jembatan V. “Jembatan V yang sementara ini dibangun. Nanti muncul anggaran untuk jembatan IV itu di DPA dengan total Rp 14 miliar,” ungkapnya.

Sementara usai pemeriksaan Walikota Palu, Hidayat, menyampaikan bahwa dirinya tidak sepeserpun menerima uang yang disebut-sebut fee yang dibagikan dan diduga mengalir ke sejumlah anggota DPRD Kota Palu.

Menurut Hidayat, kalau untuk pembayaran utang Jembatan IV sudah sesuai dengan putusan BANI, dan dilakukan pembayaran Jembatan IV sebesar Rp 14 miliar dan masih ada Rp 18 miliar yang belum dibayarkan. “Kalau soal putusan di DPRD saya tidak tahu bagaimana prosesnya. Yang jelas disetujui oleh Paripurna di DPRD. Dan saya tidak pernah menerima sepeserpun dari itu,” katanya.

Hidayat menjelaskan, bahwa banyak pertanyaan yang diberikan kepadanya, namun dirinya menjelaskan bahwa hanya satu kali bertemu dengan pihak PT GDM. Waktu pertemuan peresmian gedung Pariwisata, dan pihak PT GDM mempertanyakan soal jembatan, akan tetapi dirinya mengarahkan, untuk mempertanyakan langsung ke pihak Bappeda Kota Palu. “Kalau ditanya soal pembagian fee itu sama sekali saya tidak tahu,” ujarnya.

Terpisah Asisten Pidana Khusus (Adpidsus) Kejati Sulteng, Edward Malau, belum dapat memastikan siapa saja yang nantinya bakal ditetapkan sebagai tersangka. Namun untuk pemanggilan sudah ada 26 orang saksi, termasuk pejabat Pemkot dan mantan anggota dan anggota DPRD Kota Palu. “Saya berharap agar yang dipanggil untuk melengkapi penyidikan umum ini bisa kooperatif. Saat ini masih ada dua orang yang tidak hadir dalam panggilan kami,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah melalui pesan WhasApp (WA), apakah pihak PT GDM sudah diperiksa terkait kasus pembayaran jembatan IV Palu, melalui Direktur PT GDM, Herman menuliskan bahwa dalam kasus tersebut sudah sesuai putusan MA. “MA sdh putuskan final mmpunyai kekuatan hukum tetap yg sudah incraft katanya yg harus dibayar oleh Pemkot yaaa,” tulis Herman.

Ketika ditanya apakah pihak PT Global sudah dilayangkan surat panggilan pemeriksaan dari Kejati Sulteng, Herman tidak lagi memberi jawaban pesan WA, hanya terlihat pesan dengan tanda centang dua atau pesan terbaca. (who/ron)

- Periklanan -

1 Komen
  1. Chiko odong-odong Komentar Pengunjung

    Hehe… sepeserpun saya tidak terima… ada2 saja… kajati lebih paham.. mudah2an segera ada tsk.. 14m?? Sepeserpun tidak terima?? Semoga…

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.