alexametrics Terkait Kelompok MIT, Polri Amankan Saksi Kunci – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Terkait Kelompok MIT, Polri Amankan Saksi Kunci

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

JAKARTA— Kelompok Teroris Majelis Indonesia Timur (MIT) telah diketahui kekuatannya. Polri memastikan bahwa telah diamankan seorang saksi kunci terkait kelompok MIT. Dari saksi tersebut diketahui bahwa anggota MIT setidaknya mencapai 10 orang dan memiliki tiga senjata laras panjang serta pendek.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan bahwa saksi kunci yang diamankan petugas itu ternyata bisa mengenali para anggota MIT. Petugas menunjukkan sejumlah foto kepada saksi kunci, ternyata dibenarkan oleh saksi tersebut. ”Anggota MIT pimpinan Ali Kalora 10 orang, senjata tiga pucuk,” ujarnya.

Ketiga senjata itu merupakan dua laras panjang rakitan dan satu laras pendek rakitan. Upaya pengejaran telah dilakukan, tidak hanya di Gunung Biru, namun juga didaerah terjadinya serangan. ”Tapi, ini tidak hanya pengejaran,” paparnya.

Langkah tersebut dikombinasikan dengan menurunkan tim Bhabinkamtibmas, untuk memberikan edukasi, pendampingan dan bimbingan agar masyarakat tidak terpengaruh dengan kejadian tersebut. ”Program ini khusus di desa-desa yang berbatasan dengan hutan,” tuturnya.

Dia menuturkan, upaya penyekatan juga dilakukan terhadap kemungkinan adanya distribusi logistik terhadap kelompok MIT. ”Tapi perlu kerjasama masyarakat, perlu pantau kebun dan lainnya,” terangnya di kantor Divhumas Polri kemarin.

Menurutnya, strategi yang diterapkan MIT adalah hit and run. Hal tersebut dikarenakan minimnya logistik yang dimiliki. ”Senjata dan amunisinya terbatas, mereka tidak mungkin secara frontal menyerang polisi,” ujarnya.

Karena itu, Polda Sulawesi Tengah juga memiliki strategi sendiri. Yang dapat diupayakan untuk bisa mengantisipasi penyerangan dengan jebakan terjadi. ”Sudah diterapkan semua,” paparnya.

Sementara Pengamat Terorisme Al Chaidar menuturkan bahwa pemenggalan dan penyerangan terhadap kepolisian itu bisa menjadi semacam undangan untuk para kelompok teror. ”MIT seakan-akan ingin semua mengetahui masih ada dan kelompok lain silahkan bergabung,” tuturnya.

Karena itu, seharusnya kepolisian bisa mencegah kejadian yang sama terulang. Tentunya, dengan serius memperlakukan sebuah kejadian yang diduga ada campur tangan MIT. ”Kalau pemenggalan itu sejak awal dideteksi ada kemungkinan jebakan, tentu bisa dicegah,” paparnya.

Pengejaran di Sausu-Poso Pesisir

Polisi masih melakukan pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora alias Ali Ahmad, pasca kasus mutilasi dan baku tembak di pegunungan Sausu kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Senin (31/12) lalu.
Kepala Polres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, pengejaran terhadap Ali Kalora Cs yang diduga sebagai pelaku mutilasi terhadap penambang emas asal Toraja Sulawesi Selatan inisial A (30), ini difokuskan di wilayah perbatasan pegunungan Sausu kabupaten Parimo dengan Poso Pesisir kabupaten Poso.
Pengejaran dilakukan oleh pasukan gabungan Polri-TNI yang tergabung dalam operasi Tinombala. “Sampai sekarang masih dilakukan pengejaran oleh Satgas Tinombala. Fokus pengejaran diwilayah perbatasan Sausu dengan Poso Pesisir,” sebutnya saat dikonfirmasi via ponselnya, Kamis (3/1).
Terkait informasi yang diperoleh wartawan soal adanya pengerahan kekuatan pasukan TNI/Polri kewilayah Poso Pesisir, Kapolres mengaku belum mendapatkan laporan.
Sebagaimana diberitakan pekan lalu telah terjadi kasus mutilasi terhadap seorang warga di Sausu yang berujung pada aksi baku tembak antara polisi dengan para terduga kelompok MIT. Diduga, kelompok MIT pimpinan Ali Kalora merupakan pelaku dari kasus mutilasi tersebut. (bud/idr)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.