Terjadi Pemadaman Listrik, PLN Morut Ingkar Janji

- Periklanan -

MORUT-Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Kolonodale dan Tompira kembali ingkar janji. Buktinya, pemadaman bergilir masih terjadi di wilayah itu. Bahkan pemadaman sudah melampaui ambang batas kewajaran.

Mulanya PLN menjanjikan tidak ada lagi pemadaman listrik. Pun itu terjadi, durasinya dipastikan paling lama berjalan lima menit.

Hal itu disampaikan Supervisor Tehnik PLN Rayon Kolonodale, Pefrianus Bunga, saat diskusi bersama para tokoh masyarakat di Kolonodale, Morowali Utara (Morut). “Kami berupaya semaksimal mungkin. Kalau pun terjadi pemadaman, kita pastikan hanya berlangsung lima menit,” ujar Pefrianus.

Tokoh masyarakat seperti Idham Ibrahim, Baharuddin Madjid, Arman Marunduh dan beberapa orang lainnya sengaja mengundang pihak PLN. Hal ini sekaitan dengan Morut sebagai tuan rumah penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) ke-25 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, 9-13 Maret 2019.

Menurut Idham, kesiapan Morut sebagai tuan rumah STQH ini akan sia-sia, jika PLN tidak turut menyukseskan kegiatan tersebut. Tentu saja dukungan itu berupa penyediaan listrik yang stabil.

“Suksesnya STQH bukan semata kesiapan listrik di lokasi kegiatan, akan tetapi secara utuh di Kolonodale. Artinya PLN wajib memastikan kesiapan dukungannya,” ujarnya.

Idham meminta pihak PLN untuk serius menghadapi dan segera menangani jika kekhawatiran itu benar-benar terjadi. “Penyampaian kami ini sudah seharusnya menjadi perhatian,” imbuhnya.

- Periklanan -

Sementara Kasat Narkoba Polres Morowali, AKP Deddy Suparman, yang juga ikut dalam diskusi itu berpendapat sama. Ia berharap tidak ada lagi pemadaman listrik selama STQH berlangsung di Kolonodale.

“Semua pihak sudah mendukung kegiatan ini. Sekarang tinggal kesiapan PLN apakah dapat melancarkan acara atau tidak,” tegas mantan Kapolsek Petasia itu.

Setelah hampir satu jam selanjutnya, Pefrianus Bunga mengungkap berbagai penyebab sehingga pemadaman listrik terjadi. Salah satunya gangguan pada jaringan akibat pohon. Namun pemangkasan di jalur-jalur rawan gangguan seperti wilayah Lembo sudah dilakukan. “Harapannya, tidak ada pemadaman. Upaya ini untuk meminimalisir kemungkinan blackout,” tandasnya.

Untuk kedepan, Pefrianus juga memastikan saat ini PLN sudah menyiapkan pasokan listrik sebesar 20 Kva sistem interkoneksi dari Sulewana, Poso. “Sistem interkoneksi Kolaka-Waopada itu sementara dibangun, tiang-tiang listriknya sudah terpasang,” katanya.

Namun ternyata janji PLN jauh meleset. Contohnya saat kegiatan Malam Taaruf di ruang Pola kantor Bupati Morut, Jumat (9/3) malam, lampu yang terang benderang tiba-tiba padam.

Padahal acara yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng Hidayat Lamakarate, Bupati Morut Aptripel Tumimomor dan beberapa orang kepala daerah lainnya ini masih akan berlangsung lama. Akibatnya acara sontak bubar.

Pemadaman kembali terjadi saat malam pembukaan STQH, Sabtu (9/3). Meski di lokasi tersedia listrik, namun bangunan di sekeliling lokasi pelaksanaan seketika gelap gulita.

Tak sampai disitu, pemadaman terus berlanjut, dari Minggu (10/3) pagi sampai malam. Pantauan Radar Sulteng pemadaman ini terus berulang lebih dari 15 kali hingga Senin dini hari. Bahkan hingga berita ini diturunkan, pemadaman pada Senin (11/3) pagi hingga sore masih berlanjut.(ham)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.