Terhitung Sudah Lima Kali Rapat Digelar

15 Mei Kembali Dijadwalkan Pemilihan Wagub Sulteng

- Periklanan -

PALU-Panitia Pemilihan (Panlih) calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sulteng DPRD Sulteng, telah menetapkan hari Rabu 15 Mei 2019 sebagai hari H pemilihan Cawagub untuk menjadi Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, pengganti almarhum H Sudarto yang meninggal beberapa bulan setelah pelantikannya di tahun 2016 silam. Nyaris tiga tahun, Sulteng tanpa Wagub devinitif.

Pantauan Radar Sulteng, Ketua Panlih Wagub Sulteng, melalui Wakil Ketua Panlih DPRD Sulteng, H Muharam Nurdin, telah beberapa kali memimpin rapat-rapat Panlih untuk membahas persiapan pemilihan. Terhitung sudah lima kali rapat digelar untuk membahas pemilihan yang terasa cukup lama ini. Padahal warga Sulteng sudah menunggu lama hasil pemilihan nanti, siapa yang bakal menjadi Wagub devinitifnya mendampingi Gubernur Sulteng terpilih Drs H Longki Djanggola untuk menyelesaikan sisa periode tugas 2016-2021.
“Kami sudah beberapa kali menggelar rapat hanya membahas jadwal pemilihan Wakil Gubernur, pasca ditandatanganinya Tata Tertib (Tatib) pemilihan wakil gubernur Sulteng oleh ketua Panlih Prof (Em) Aminuddin Ponulele MS,” sebut sebuah sumber di DPRD Sulteng yang menjadi tim asisstensi penyusunan Tatib pemilihan Wagub kepada media ini.
Melambannya proses pemilihan disebabkan beberapa hal, yakni pada tahun 2016 hingga 2017 tim Panlih yang dibentuk dan saat itu diketuai Zainuddin Tambuala, belum memiliki dasar hukum yang jelas sebagai pedoman untuk menyusun Tatib, masih menggunakan contoh Tatib dari Sumatera Utara. Kedua, bolak baliknya tim Panlih melakukan asistensi dan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta.
Kemudian, terjadinya tarik menarik Cawagub yang diusulkan oleh internal partai pengusung Gubernur dan Wagub Sulteng periode 2016-2021, yaitu Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Bulan Bintang (PBB). Beberapa nama sempat diusulkan, mulai dari Hidayat Lamakarate, Oscar Paudi, Moh Faizal Mang, Anwar Hafid, Samsurizal Tombolotutu, hingga akhirnya tim Advance yang dibentuk partai pengusung mengerucutkan dua nama baru dari partai pengusung sendiri, yakni H Rusli Dg Palabbi SSos MH dari PAN, dan H Mansur Pasande dari PBB.

Selanjutnya, memasuki tahun 2018, masih terjadi kekosongan hukum diawal tahun hingga pertengahan tahun 2018 untuk menyusun Tatib, walau Tatib yang bersifat sementara sudah jadi dibikin, hingga keluarlah Peraturan Pemerintah (PP) Tahun 2018 tentang pemilihan Kepala Daerah, diakhir tahun.

Pada Februari 2019, DPRD Sulteng bergerak cepat merespon lahirnya PP pemilihan Kepala Daerah, dengan merevisi kembali Tatib pemilihan Wagub dan menyatakan Panlih lama plus Tatib lama dibubarkan dan tidak digunakan lagi. Bersamaan dengan perbaikan Tatib yang disesuaikan dengan PP baru, Gubernur Sulteng selaku user telah menyerahkan berkas Cawagub kepada DPRD Sulteng.

- Periklanan -

Maka pada pertengahan Maret lalu, tim Panlih telah menggelar rapat penajamannya untuk menetapkan hari H pemilihan Wagub terhadap dua Cawagub yang sudah diterima Panlih. “Tim Panlih telah menetapkan hari dan tanggal H Pemilihan Wakil Gubernur Sulteng pengganti H Sudarto, yaitu pada hari Rabu tanggal 15 Mei tahun 2019,” sebut sumber di DPRD Sulteng, yang minta namanya dirahasiakan, karena terkait perubahan jadwal sewaktu-waktu untuk pemilihan Wagub.

“Kami sebenarnya belum etis untuk mengumumkan hari H pemilihan ini, disebabkan mungkin akan terjadi perubahan jadwal pemilihan. Itu yang harus kami antisipasi, “ terangnya, mengapa harus dirahasiakan hari H pemilihan itu.

Sementara itu, salah satu cawagub Sulteng, Rusli Dg Palabbi, yang dikonfirmasi mengenai penetapan hari H pemilihan Wagub membenarkan soal rencana Panlih tersebut. “Iya benar, Panlih sudah menetapkan tanggal 15 Mei 2019 itu hari H pemilihan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. Tetapi saya masih sangsi (ragu), mungkin akan terjadi pergeseran jadwal nanti itu. Kita tunggu saja, apakah tetap atau bergeser,” ujarnya.

Sejauh ini, dirinya telah siap untuk mengikuti pemilihan Wagub Sulteng di DPRD. Bahkan dirinya sudah mengundurkan diri dari anggota DPRD Sulteng, tetapi sebagai calon anggota legislatif (caleg) periode 2019-2024 masih tetap mencalonkan diri. “Saya sudah siap untuk mengikuti pemilihan calon Wakil Gubernur. Saya bahkan sudah mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Sulawesi Tengah,” ungkapnya lagi.

Pada kesempatan itu, ia menyebutkan bahwa proses pencalonan dirinya sudah “clear” termasuk persyaratan-persyaratan calon sudah dipenuhinya. “Sekarang saya masih mengikuti tes kesehatan, dan melapor harta kekayaan pejabat negara di KPK,” jelas Rusli.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.