alexametrics Terdeteksi Virus ASF, Tujuh Ton Daging Babi Dimusnahkan – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Terdeteksi Virus ASF, Tujuh Ton Daging Babi Dimusnahkan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

POSO-Balai Karantina Pertanian Sulawesi Tengah (Sulteng), memusnahkan sebanyak 7 (tujuh) ton daging babi bervirus African Swine Fefer (ASF), Minggu (24/4). Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar daging babi berbahaya tersebut, di desa Kalora Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso.

Kepala Balai Karantina Pertanian Sulteng, Amril, S.Sos., MM, mengatakan babuk daging babi bervirus ASF yang di musnahkan berasal dari Jakarta yang hendak di pasarkan di wilayah Sulteng. Berdasar data yang masuk ke Balai, tujuh ton daging babi bervirus akan masuk ke Sulteng. Daging babi diamankan dan disita tim balai karantina saat melintas di desa Kawende. Informasinya, daging babi bermasalah ini akan dibawa ke salah satu perusahaan tambang raksasa di Bahodopi, Kabupaten Morowali.

“Informasi awal kita peroleh dari ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) Pelabuhan Pantoloan Palu. Dari situlah kita melakukan penyelidikan dan selanjutnya mengamankan barang buktinya,” sebut Amril soal kronologi singkat penyitaan babuk daging babi bervirus ASF.

Penyitaan dilakukan tim Balai Karantina Pertanian pada 26 Maret 2022 lalu. Setelah disita sebagian barang bukti dikirim ke Maros Sulawesi Selatan untuk pemeriksaan. “Hasil pemeriksaan terdapat material virus ASF pada sampel. Sesuai balai besar Veteriner Maros No.05.011/PK.310/F.5.G/04/2022 tentang pengantar laporan hasil uji laboratorium tanggal 5 April 2022,” jelas Amril. “Karena positif virus ASF maka seluruh babuk kita musnahkan hari ini dengan cara dibakar,” lanjut dia.

Kenapa harus dimusnahkan? Amril menjelaskan karena sesuai dengan pemetaaan 3238 tahun 2009 bahwa ASF termasuk hama penyakit hewan karantina (HPHK) golongan satu. Virus ASF ini berpotensi penyebaran penyakit yang serius dan cepat dan belum diketahui penanganannya. Virus ASF juga dapat membahayakan kesehatan manusia serta dapat menimbulkan dampak sosial yang meresahkan masyarakat, dan bisa menimbulkan kerugian ekonomi yang tinggi karena virus bisa membunuh semua ternak babi masyarakat yang ada.

“Tujuan kita memusnahkan babuk daging babi bervirus ini adalah untuk melindungi masyarakat. Karena kita berkomitmen mencegah virus ASF masuk wilayah kita, karena sampai dengan saat ini Sulteng masih zero dengan viris ASF,” tutup Amril.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Poso, Suratno, M.Si, mengapresiasi langkah tegas Balai Karantina Pertania Sulteng. Atas nama pemerintah dan masyarakat Poso, dirinya juga menyampaikan terimakasih karena pihak Balai Karantina Pertanian Sulteng telah melindungi sekaligus menyelamatkan usaha ternak babi masyarakat Poso.

“Kalau daging babi bervirus ini lolos dipasaran tentu akan mengancam dari pada keselamatan ternak babi masyarakat Poso. Kalau itu terjadi alangkah meruginya masyarakat kita,” bilang Suratno.(bud)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.