Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Terdakwa Korupsi Wisma Donggala Akui Perbuatannya

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Terdakwa Abdul Rahim alias Aim ketika bersama JPU dan Kuasa Hukumnya maju di hadapan persidangan memperlihatkan bukti. (Foto: Sudirman)

PALU – Abdul Rahim alias Aim, terdakwa kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana pengelolaan hasil sewa kamar hotel pada Wisma Donggala di Jalan Diponegoro Tahun 214-2015, telah mengakui seluruh kesalahan dan perbuatanya di dalam persidangan, Selasa (25/7). Abdul Rahim alias Aim, ketika itu menjalani sidang agenda pemeriksaan terdakwa.

Di hadapan Majelis Hakim Ernawati Anwar SH MH, Aim mengakui kesalahannya yang telah melakukan penarikan dana di rekening penampung Wisma Donggala tanpa sepengetahuan pemilik spesimen tanda tangan, yakni atasannya, Kepala Bagian Perlengkapan Umum (Perlum) Serdakab Donggala tahun 2014 , Tema Muhammad dan Bendahara Perlum Nuraifa. “Saya memerintahkan Rosna untuk melakukan pencairan itu,”  ungkap terdakwa dalam persidangan.

Alasan terdakwa melakukan perbuatan itu, karena terpaksa. Apalagi saat itu banyak kebutuhan di Wisma Donggala yang harus ditanggulangi. Mulai dari biaya tagihan listrik dan biaya makan minum. Belum lagi, harus membayar gaji karyawan di Wisma Donggala serta biaya lainnya. Pencairan tanpa sepengetahuan pemilik spesimen di Bank, dilakukannya juga karena ketika akan memenuhi perlengkapan administrasi pencairan di bank saksi Tema Muhammad selalu menghindar. “Wisma juga punya utang, kita sudah melaporkan  tapi hanya dilari-larikan,” jelasnya.

Dia juga membeberkan, harus mendapatkan perlakuan cuek dari Kabag Perlum karena tidak menuruti perintah atasannya untuk melaporkan penerimaan yang kecil, jika pemasukan besar. “Mungkin kabag marah karena saya tidak menuruti perintahnya, yang memerintahkan, kalau penerimaan yang besar dilaporkan saja kecil,” bebernya.

Meski begitu, terdakwa tetap mengakui kesalahan dan perbuatannya. Dia mengakui tiga kali melakukan pencairan yang memerintahkan saksi Rosna, bendahara yang diangkat atas inisiatifnya sendiri. Pertama yang dicairkannya sebesar Rp19 juta untuk membayar gaji staf dan karyawan di wisma Donggala.

Kemudian, sebesar Rp60 juta itu dicairkannya untuk perbaikan gardu Wisma yang mengalami kerusakan akibat meledak serta biaya mengubah instalasi gedung. Sementara untuk pencairan ketiga dicairkannya sebesar Rp42 juta untuk membayar biaya listrik.  Sidang terdakwa Abdul Rahim alias Aim akan dilanjutkan lagi pekan depan dengan agenda penuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).(cdy)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.