Terbukti Serahkan Sabu, Dihukum 5 Tahun Penjara

- Periklanan -

PALU –  Karena terbukti melakukan tindak pidana narkotika jenis sabu,  Mayasari alias Maya harus menyusul sang suami terpidana Aco Bakari yang sudah lebih dulu dihukum dengan pidana penjara 8 tahun, karena juga terjerat narkotika.

Ilustrasi (@jpnn.com)

Maya terakhir menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu,  Selasa (20/2) kemarin. Hakim Ketua HJ Aisa Hi Mahmud SH MH menjatuhkan pidana 5 tahun penjara kepadanya.

Karena perbuatan Maya yang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyerahkan narkotika golongan I seberat 0,0485 gram. Akibat perbuatannya itu, pasangan suami istri (pasutri) harus berpisah untuk waktu yang lama dengan si buah hatinya yang diketahui masih balita.

Dalam amar putusan majelis hakim, terdakwa Maya tidak hanya dipidana 5 tahun penjara. Tetapi juga dipidana agar membayar denda sebesar Rp1 miliar. Jika denda tersebut tidak dibayar makan diganti kurungan penjara selama 2 bulan.

“Menyatakan terdakwa Mayasari alias Maya tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyerah narkotika golongan I,” ungkap Aisa, Ketua Majelis Hakim di dalam persidangan.

- Periklanan -

Perbuatan terdakwa terbukti melanggar ketentuan pasal 114 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana dalam surat dakwaan pertama. Putusan bagi terdakwa itu telah berdasarkan pertimbangan majelis hakim. Baik yang memberatkan maupun yang meringankan.

“Hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan peredaran narkotika. Perbuatan terdakwa dapat merusak generasi muda,” ungkap ketua majelis hakim lagi.

Sementara hal-hal yang meringankan dari perbuatan terdakwa antara lain, terdakwa mengakui terus terang perbuatannya, menyesali perbuatan, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Terdakwa belum pernah dihukum, serta terdakwa memiliki anak yang masih bayi.

“Untuk barang bukti sabu dengan berat 0.0485 gram yang sudah berada di dalam pireks. Dipergunakan untuk perkara lain,” tandas ketua majelis hakim.

Kasus narkotika yang menjerat Maya terjadi September 2017 silam. TPK di salah satu petakan kos-kosan di Jalan Jati Lorong Siranindi, Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga. Selain Maya turut terjerat dalam perkara ini adalah saksi atau terdakwa lain yakni, Doni Liembara, Moh Indra Harimu, Fernandes, termasuk kaitannya suami terdakwa Aco Bakari.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim itu, lebih rendah dari tuntutan JPU. Sebelumnya, jaksa menuntut 7 tahun penjara kepada Maya, denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara. Atas putusan hakim itu, Maya yang didampingi kuasa hukumannya Rahmi SH menyatakan menerima putusan tersebut.(cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.