Teratas di Sulteng, Kota Palu Sumbang 41 Persen Investasi

- Periklanan -

PALU-Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (KP BEI) Sulteng menyebutkan perkembangan investasi di Sulteng sangat signifikan. Hal itu dapat dilihat dari penambahan Single Investor Identification (SID) saham KP BEI Sulteng 2020 dibandingkan 2019 naik 76 persen.

“Kenaikan 76 Persen paling tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya semenjak ada BEI di Sulteng, dan termasuk pencapaian yang bagus,” kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Sulteng, Dendy Faizal Amin saat memberikan materi dalam media gathering secara virtual bersama sejumlah media di Kota Palu, Kamis (25/2).

Lanjut Dendy, berdasarkan data hingga Desember 2020 jumlah investor di Sulteng sebanyak 5462 untuk investor saham, sedangkan untuk investor pasar modal berkisar 15 ribuan. Walaupun di tengah pandemi Covid-19 kegiatan yang dilakukan BEI juga mengalami peningkatan.

Sepanjang 2020 KP BEI Sulteng mengadakan 152 Kegiatan, dengan kehadiran peserta secara online sebanyak 10,692 dan offline 1058 peserta. Dengan adanya pandemi, BEI Sulteng tetap bisa beradaptasi dan bisa membuat orang-orang yang dahulunya belum terjangkau, bisa terjangkau melalui media BEI.

“Memang ada daerah yang jauh sulit dijangkau seperti Banggai Laut dan Banggai Kepulauan, namun dengan adanya sosial media bisa dijangkau,” ucap Dendy.

- Periklanan -

Dendy menyebutkan untuk transaksi periode 2018 hingga 2021, perbulan Januari 2021 mencapai rekor tertinggi transaksi sebesar Rp 910,940,747,300. Pada tahun 2020 rekor transaksi bulanan tertinggi pada Desember sebesar Rp 764 miliar.

“Mudah mudahan tahun 2021 ini transaksi bulanannya bisa mencapai transaksi bulanan tertinggi satu triliun,” harapnya.

Dendy menambahkan, proporsi SID yang masih mendominasi di Sulteng adalah Kota Palu sebesar 43 persen, sisanya 57 persen tersebar di 12 kabupaten. Sedangkan untuk proporsi transaksi Sulteng per Januari 2021 dari Rp 910 miliar ini tertinggi Kota Palu 41 persen, kedua Kabupaten Tolitoli 38 Persen, ketiga Banggai 12 persen dan sisanya kabupaten lain.

“Setelah sebelumnya Tolitoli yang mendominasi beberapa bulan, sekarang diambil alih oleh Kota Palu,” ucapnya.

Sedangkan untuk jumlah investor berdasarkan usia dan jenis pekerjaan di Sulteng kaum milenial masih mendominasi di usia 18 hingga 25 tahun sebesar 39 persen, dan untuk jenis pekerjaan pegawai swasta juga mendominasi sebesar 33 persen.(umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.