Terapkan Pertahanan Berlapis Hingga Pengusaha Miskin Tapi Jujur

- Periklanan -

HIGASHIMATSUSHIMA-Para peserta pelatihan Project for Development of Regional Disaster Risk Resilience Plan in Central Sulawesi yang digelar Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) Lembaga Kerjasama Internasional dari pemerintah Jepang, berada di Hotel Value di Kota Higashi Matsushima di Wilayah Prefektur Miyagi yang beribukotakan Kota Sendai, sekitar 350 km dari Tokyo, baru saja selesai sarapan pagi di restoran hotel.

Koordinator pelatihan, Yuki Shigematsu dan interpreter (penerjemah) Kazuyo Suda, sudah menunggu di ruang lobby hotel dan tepat pukul 08.30 waktu Higashi Matsushima tim project JICA mendampingi para peserta pelatihan yang hari itu, Kamis (7/11) akan mengunjungi Balaikota Higashi Matsushima yang jaraknya bisa ditempuh 10 menit.

JICA study team dari Yachiyo Engineering Co. Ltd (YEC) yakni Masatsugu Komiya, Takafumi Kawai, Hideki Hiroshige, dan Urara Higuchi, serta Hirabayashi Atsutoshi terus mendampingi 16 peserta hingga tiba di kantor Walikota Higashi Matsushima, dan disambut oleh Reconstruction Policy Division, Reconstruction Departement Kawaguchi Takafumi.

Peserta menerima paparan sesi pertama dari Kawaguchi mengenai pengembangan komunitas untuk rekonstruksi di Kota Higashi Matsushima. Sesi kedua, dari Presiden of Higashimatsushima Stitch Girls Tomoko Haga. Sesi ketiga, oleh Katsuhisa Matsuoka pimpinan usaha penjualan buah-buahan dan roti Harappa.

- Periklanan -

Menurut Kawaguchi dalam presentasinya berjudul ” Membangun Kembali Kota” adalah sebuah desain untuk merekonstruksi kembali wilayah terdampak bencana tsunami dengan konsep pertahanan berlapis, yakni membuat tanggul yang kokoh di bibir pantai namun mengedepankan sebuah keunikan, dan tetap memberi ruang bagi warga sekitar dapat menikmati pemandangan (vieuw) pantai seperti sebelum tsunami.

” Konsep kami agar meminimalisir terpaan tsunami, kita menggunakan pertahanan berlapis. Ini yang kami pilih dibanding penanaman pohon manggrove, ” tutur Kawaguchi, menjelaskan secara detail rencana membangun kembali Kota baru Higashimatsushima 2011-2020.

Sementara, Tomoko Haga, dengan sangat meyakinkan mengungkap usaha dan upaya yang dia lakukan adalah membentuk sebuah kelompok yang mengorganisir ibu-ibu penyintas di wilayahnya dengan kegiatan membuat kerajinan tangan, semisal membuat anyaman dan menyulam. Hasil kreasinya sudah dapat dilihat di gerai kerajinannya yang terletak disamping rumahnya. ” Kegiatan ini dulunya hanya saya sendiri, tetapi kemudian berkembang bersama ibu-ibu di sekitar rumah saya hingga saya harus membentuk sebuah kelompok kerajinan tangan ala ibu-ibu rumah tangga, ” jelas Haga.
Sedangkan bos Harappa, Katsuhisa Matsuoka, mengaku bila dirinya yang menjadi kreator dalam menjalankan bisnis Harappa di bidang penjualan sayur mayur segar, buah-buahan, bunga cantik dalam pot, kemasan ikan, dan penjualan roti.

” Kami terus berupaya untuk selalu eksis dalam mengembangkan usaha kami ini kendati membongkar tabungan. Kami tak mau kemana-mana tetap di sini (Higashimatsushima, red). Maklum kami adalah pengusaha miskin, ” kata Matsuoka merendah.
Dalam kegiatan pelatihan kemarin rata-rata peserta nampu mencermati apa yang dipaparkan oleh ketiga narasumber yang ditampilkan JICA hari itu di balaikota.

Para peserta, akan kembali mengikuti kunjungan dan pelajarannya di hari Jumat (8/11), dengan sasaran melakukan observasi di pabrik dan tempat jualan hasil pertanian dan produk olahan di pusat agribisnis Naruse. Kemudian mendengarkan ceramah tentang fasilitas edukasi pengurangan risiko bencana yang memanfaatkan bangunan Sekolah Dasar (SD) yang terdampak di Kibotcha. Selanjutnya mendengarkan paparan tentang relokasi massal dan pengembangan komunitas baru melalui dialog dengan masyarakat setempat. Setelah itu pemaparan hasil yang diperoleh melalui ceramah dan kunjungan di Higashimatsushima oleh Direktur Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah Badan Pembangunan dan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia, Ahmad Dading Gunadi.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.