Terapi Anak Autis Gratis di PLA Kota Palu

- Periklanan -

Ilustrasi (@radarcirebon.com)

PALU – Masyarakat kota Palu yang memiliki keluarga atau kerabat Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) diimbau untuk mendaftarkan anak tersebut pada Pusat Layanan Autis (PLA) Kota Palu yang terletak di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore. PLA tersebut sudah mulai beroperasi sejak Februari 2016. Meskipun dengan fasilitas yang masih terbatas, namun pihak pengelola tetap melakukan terapi bagi ABK yang telah terdaftar.

“Harapan kami, semua anak-anak Autis yang ada di Kota Palu dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan Autis,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palu, Ansyar Sutiadi kepada Radar Sulteng, kemarin (1/3).

Demikian itu menurut Ansyar agar ABK bisa mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan dari guru dan Therapist yang sudah disiapkan. Dengan keterbatasan fasilitas saat ini, Ansyar mengatakan bukanlah menjadi kendala utama. Pihaknya akan berupaya untuk memperbaiki dan memenuhi kebutuhan fasilitas di gedung berlantai dua tersebut.

“Mohon maaf jika saat ini fasilitasnya masih terbatas. Semoga kedepan fasilitasnya semakin baik dengan dukungan dari semua pihak terkait,” terangnya.

Dari pantauan Radar Sulteng di lokasi PLA baru-baru ini, gedung berlantai 2 tersebut memiliki puluhan ruangan. Baik di lantai 1 maupun di lantai 2 nya. Ruangan-ruangan di lantai satu terdiri dari ruangan para Therapist serta ruangan Kepala PLA. Namun ada juga ruangan yang digunakan untuk melakukan terapi bagi ABK. Ada beberapa ruangan yang diisi dengan berbagai jenis permainan yang menurut Fauzi digunakan untuk menerapi ABK. Sementara untuk naik ke lantai 2, ada 2 jalur yang disediakan. Ada jalur tangga disediakan bagi yang bisa berjalan. Namun untuk yang menggunakan kursi roda atau alat bantu jalan, disediakan juga jalan yang bisa dilalui kursi roda. Ruangan di lantai 2, puluhan ruangan masih tampak kosong. Hanya ada satu ruangan yang berisi dengan permainan serta media-media yang digunakan untuk menerapi ABK.

- Periklanan -

Sementara itu, salah satu Therapist PLA Kota Palu, Ahmad Fauzi kepada media ini menjelaskan, untuk saat ini, hanya  ada  44 anak yang rutin melaksanakan terapi di PLA. Fauzi menjelaskan, terapi  kepada ABK sangat perlu. Pasalnya ABK, sekalipun tampak memiliki kekurangan, namun ada kelebihan-kelebihan lain yang dimilikinya jika dilatih dan dikembangkan. Makanya kata Fauzi, melalui terapi yang dilakukan selain mengobati ABK juga melatih keterampilan yang dimiliki ABK tersebut.

“Kami disini, ada 3 Therapist, serta 4 orang pengajar yang bertugas dengan tugas masing-masing,” jelasnya.

Untuk terapi, Fauzi mengatakan  ada  3 jenis yang diterapkan kepada ABK, sesuai dengan permasalahan yang dialami ABK tersebut. Fauzi sendiri seorang Fisio Terapi yakni terapi yang diterapkan kepada ABK yang bermasalah pada fungsi gerak tubuh. Sedangkan jenis terapi lain yang diterapkan di PLA ialah Okupasi Terapi dan Terapi Wicara.

Makanya  kata Fauzi, sebaiknya ABK tersebut didaftarkan ke PLA yang kemudian akan dibuatkan jadwal pelaksanaan terapi.

“Mereka (ABK, red) tidak bermalam di sini (PLA, red). Orang tua atau  keluarga cukup mendaftarkan anak berkebutuhan khusus tersebut terlebih dahulu, yang kemudian akan dibuatkan jadwal. Jadi tinggal datang pada jadwal yang ditetapkan,” ucapnya.

Untuk anggaran Fauzi mengungkapkan tidak dipungut biaya sepeser pun selama proses terapi. Orang tua cukup mengantarkan ABK pada hari kerja yang telah ditentukan jadwalnya.

“Tidak ada dipungut biaya. Makanya rugi jika fasilitas ini tidak dimanfaatkan,” pungkasnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.