Temukan Juru Parkir Nakal, Laporkan ke Dishub

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU- Kenaikan tarif parkir pada momen Ramadan 2017 sangat rawan terjadi. Terutama di pusat-pusat perbelanjaan Kota Palu. Para juru parkir dikhawatirkan mematok harga tidak seperti yang tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda).

Di Perda tentang perparkiran sendiri, untuk tarif motor seribu rupiah, sedangkan mobil Rp2 ribu. Tapi kemudian, terbit Perwali tentang parkir yang merevisi harga menjadi Rp2 ribu untuk motor, dan Rp3 ribu untuk mobil dalam sekali parkir. Untuk momen Ramadan begini, tarif parkir roda dua sering kali mencapai Rp5 ribu untuk motor, dan Rp10 ribu untuk mobil.

- Periklanan -

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Setyo Sosanto, yang dihubungi terkait masalah ini, mengaku laporkan kalau ada juru parkir yang memungut tak sesuai aturan. “Untuk Ramadan ini, tarif parkir sesuai Perwali yaitu Rp2 ribu sampai Rp3 ribu. Tidak ada perubahan atau lebih mahal,“ ujar Setyo Sosanto Senin (29/5) kemarin melalui sambungan telepon.

Untuk pengawasan parkir di bulan Ramadan, lanjut dia, Dishub menambah jumlah titik parkir. Antar lain titik-titik Pasar Ramadan seperti di Pasar Lentora yang dipusatkan di halaman Masjid Agung Darussalam Palu. Di Pasar Ramadan, ada juru parkir yang koordinir, di mana tarifnya tetap sama.

Setyo mengakui, pihaknya kewalahan dalam pengawasan parkir. Terlebih lagi mengawasi juru parkir yang nakal menaikkan tarif secara sepihak. Olehnya itu, masyarakat diharapkan dapat membantu pihak Dishub. Apabila menemukan juru parkir yang nakal dengan meminta biaya parkir di ambang normal, segera melapor ke petugas Dishub Palu.

“Jumlah personel kami terbatas. Tidak sesuai dengan titik parkir yang ada di Palu yaitu sebanyak 384 titik. Sehingga apabila masyarakat merasakan keberatan dengan tarif yang dipungut, maka silakan melapor kepada petugas kami. Akan kami tindaklanjuti laporannya,” janji Setyo. (cr3)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.