Temui Langsung Masyarakat Tanpa Perantara

Tawarkan Program Pemberdayaan Perempuan

- Periklanan -

PALU – Bekal sebagai seorang pengusaha muda yang pantang menyerah, membuat Fairus Husen Maskati, berani untuk menawarkan diri kepada masyarakat untuk menjadi wakil rakyat di kursi parlemen. Tidak hanya mengemis suara masyarakat,di daerah pemilihannya, Tolitoli-Buol, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulteng ini, juga mendengar, apa yang menjadi keinginan rakyat yang belum terpenuhi pemerintah.

Dengan visi, bekerja bersama masyarakat, Fairus bertekad bisa memperjuangkan aspirasi umat di bidang pemberdayaan perempuan, pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan UMKM, seni dan budaya serta pelestarian lingkungan hidup. Apa yang menjadi misinya ini pun, merupakan hasil door to door langsung di tengah masyarakat. “Selain menyosialisasikan diri, saya juga menampung apa yang mereka harapkan, dan ternyata banyak permasalahan, yang sebenarnya bisa kita tangani, asalkan mau serius dan benar-benar bekerja untuk rakyat,” jelas Fairus.

Vivi, sapaan akrab Wakil Bendahara DPP PPP ini pun menjelaskan, di bidang pemberdayaan perempuan, dia siap mendorong pencanangan program kesehatan bagi ibu dan anak di masing-masing kabupaten. Karena menurutnya, di pinggiran daerah, masih banyak ibu maupun anak yang belum bisa terlayani kesehatannya secara layak. Dia juga bakal mendorong pemerintah, memberikan perhatian khusus bagi para janda miskin, untuk diberikan santunan, yang dapat menjadi modal para kaum ibu berusaha, khususnya di Kabupaten Buol dan Tolitoli. “Sementara di bidang pendidikan, saya akan perjuangkan dan pastikan semua anak yang telah mencapai umur, untuk sekolah dan mendapatkan fasilitas pendidikan secara murah dan terjangkan,” jelasnya.

BERSAMA WARGA : Fairus Husen Maskati, dalam suatu kesempatan di daerah pemilihannya. FOTO : DOK. PRIBADI

Dia juga, bakal memperjuangkan penambahan jam pelajaran agama di semua tingkatan sekolah. Juga akan mengusulkan dan memperjuangkan untuk segera menaikkan gaji guru ( guru sekolah dan guru mengaji ) serta diberikan pelatihan tentang pendidikan moral spritual dalam era Milenial saat ini. “Program saya yang saya tawarkan 1 desa 1 Hafidz Quran,” terang Fairus, yang juga Wakil ketua BKOW Provinsi Sulawesi Tengah ini.

- Periklanan -

Dalam bidang sosial, budaya dan kesenian lokal, dia bertekad untuk menjaga dan melestarikan kesenian lokal yang ada. Serta memberikan pelatihan kerja dan membantu kaum muda putus sekolah untuk mengembangkan kreativitas dan memberikan lapangan pekerjaan melalui aspirasi. “Apa yang saya sampaikan ini, juga telah diketahui langsung masyarakat, karena salah satu strategi yang saya lakukan memang door to door bertemu dengan masyarakat tanpa perantara. Karena saya yakin, bertemu langsung dengan pemilih memberikan banyak efek positif, di antaranya membangun silaturahhim, dan mendengarkan apa yang jadi keluhan mereka,” papar Vivi.

Disinggung terkait masalah yang saat ini tengah mejerat Ketua umumnya, di PPP, Vivi mengaku hal itu bukan menjadi batu sandungan bagi perjuangan dirinya bersama kader PPP. Sebab, ujian besar yang saat ini menimpa partai berlambang ka’bah itu, sama sekali tidak berpengaruh bagi para kader di daerah. “Selaku caleg yang diamanahkan untuk merebut kursi provinsi, saya optimis akan meraih suara yang signifikan di bawah pimpinan Ketua Wilayah yang notabene adalah Wakil Bupati Toil-Toli,” sebutnya.

Lebih jauh disampaikan Fairus, seluruh kader PPP tetap fokus terhadap pemenangan partai, sesuai dengan target yang telah ditentukan. Di dunia politik, kata dia, semua juga bisa berpeluang mendapat ujian seperti yang dialami partainya. “Namun yg terpenting bagaimana kami tetap fokus untuk bangkit, bukan fokus terhadap komentar orang. Nanti kita buktikan pada hasil Pemilu mendatang,” kunci Fairus. (agg)

SERAP ASPIRASI : Fairus Husen Maskati saat menyosialisasikan diri di tengah masyarakat. FOTO : DOK. PRIBADI

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.