Temuan Inspektorat Hanya Dikembalikan Rp 33 Juta

Padahal Total Temuan Rp 121 Juta, Kemana yang Lain

- Periklanan -

PALU-Aris Tatundang, salah seorang tokoh masyarakat Desa Ranteleda Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, kini mempertanyakan Rp 121 juta temuan penggunaan dana di sejumlah proyek di Desa Ranteleda Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi tahun anggaran 2016 dan 2017. Pertanyaan Aris adalah, mengapa hanya dikembalikan Rp 33 juta, mestinya Rp 121 juta sesuai pernyataan temuan yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Sigi.

“Inspektorat menjelaskan sama saya dan berdasarkan fakta di lapangan ditemukan Rp 121 juta lebih. Tapi tiba-tiba dikembalikan hanya Rp 33 juta, ini aneh kan. Nah kemana dana yang lain, ini yang saya pertanyakan, “ tutur Aris Tatundang, kepada Radar Sulteng, Minggu (13/1).

Aris memang konsisten mengawal kasus ini, hingga dirinya melaporkan ke satuan yang menangani Tipikor Polda Sulteng pada tahun 2017 yang lalu, juga melaporkan kasus ini kepada lembaga Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, dengan harapan kasus ini ditangani secara hukum yang berlaku di negeri ini. Tetapi nyatanya tak ada efek jera di sana, karena dana temuan yang merugikan negara hanya diminta dikembalikan saja. Namun dana kembaliannya hanya 20 persen dari semestinya.

“Percuma saja di media-media, di televisi-telivisi disosialisasikan agar warga negara Indoensia melaporkan ke pihak berwajib jika menemui kejanggalkan atau dugaaan awal adanya indikasi korupsi di sekitar tempat tinggal anda. Tapi saya sudah melakukan seperti imbauan atau sosialisasi itu agar rakyat Indonesia berpartisipasi untuk memerangi korupsi, “ paparnya.

Dirinya menyatakan sangat menyesalkan apa yang akhirnya terjadi, toh hanya seperti itu hukum di negara ini. Pelaku utamanya tidak pernah dihukum, dan hanya menyuruh mengembalikan dana tersebut. Bahkan dana yang cukup besar yang mestinya dikembalikan tidak dikembalikan sepenuhnya.

- Periklanan -

Olehnya, Aris Tatundang, sekali lagi menegaskan agar hukum di negeri ini kembali ditegakkan. “ Sebab bila hanya mengembalikan tanpa dibarengi dengan hukuman badan kepada sang pelaku utamanya, misalnya hukuman badan sehari saja, maka niscaya perbuatan yang sama akan kembali terjadi, “ ingatnya. Selain itu, sisa dana lainnya dari Rp 121 juta, atau sisa dari Rp 33 juta segera dikembalikan utuh secara transparan, dan dibuatkan berita acara.

Seperti berita sebelumnya, laporan yang disampaikan warga Desa Ranteleda Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, Aris Tatundang, mengenai dugaaan penggunaan anggaran Tahun 2016 dan Tahun 2017 yang tidak jelas, telah disikapi dengan respon yang sangat cepat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi. Pemkab Sigi telah menurunkan beberapa orang petugasnya dari Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan ke Desa Ranteleda, Jumat (4/5/2018) yang lalu.

“Saya pribadi memberi apresiasi yang tinggi kepada bapak bupati dan jajarannya telah menurunkan tim pemeriksa dari Inspektorat Kabupaten Sigi ke Desa Ranteleda, “ kata Aris Tatundang, kepada Radar Sulteng.

Menurut Aris, apa yang dilakukannya itu murni sebagai sikap keprihatinannya yang dalam, terhadap penggunaan dana desa yang merupakan uang negara dan harus diselamatkan, yang dititipkan oleh negara kepada rakyat Indonesia yang ada di desa.

“Langkah yang kami lakukan ini merupakan langkah pembelajaran, bagaimana kita berkomitmen untuk melihat dengan cermat setiap penggunaan anggaran pembangunan yang dilakukan, “ jelas Aris, ditanya sikapnya yang begitu berani melapor persoalan dugaan penyelewengan uang negara yang cukup besar ke Polda Sulteng dan Kejati Sulteng.
Dirinya telah melaporkan dugaan korupsi sebesar Rp 121 juta tahun anggaran 2016 ke Polda Sulteng. Dan kini apa yang dilaporkannya itu sudah ditindaklanjuti oleh Pemkab Sigi, dengan menurunkan staf dari Inspektorat Kabupaten Sigi.

“ Staf Inspektorat sudah turun Jumat kemarin. Mereka melakukan pengukuran ulang di lokasi proyek yang dilaksanakan pada tahun 2016 yang lalu. Saya dan juga tokoh masyarakat Desa Ranteleda berharap hasil pengukuran dan perhitungan Inspektorat bersifat objektif, dan memberikan perhitungan yang tepat. Kalau ada temuan, yah harus diungkap apa adanya, “ tandasnya.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.