Tembus ke Desa Manyo’e, Aptripel Buktikan Janji Politiknya

- Periklanan -

BERHASIL : Masyarakat Menyo’e foto bersama dua mobil pertama yang berhasil menembus Desa Menyo’e. (foto: Yus Lagole)

MORUT-Bupati Morowali Utara (Morut), Aptripel Tumimomor, akhirnya menepati salah satu janji politiknya kepada masyarakat Desa Menyo’e saat kampanye lalu. Saat ini, masyarakat Wana di pedalaman Kecamatan Mamosalato itu bisa melihat dan merasakan mobil masuk desa.

Peristiwa bersejarah bagi masyarakat Desa Menyo’e terjadi berkat komitmen Bupati Atripel Tumimomor menggerakan sejumlah kendaraan berat dengan bahan bakar yang ditanggungnya secara pribadi.

“Salah satu impian masyarakat Menyo’e adalah ingin melihat mobil masuk ke desanya. Saat kampanye dulu saya janji akan mewujudkan impian masyarakat itu. Sekarang saya sudah menjadi,” kata Bupati Aptripel kepada Radar Sulteng.

Saat kampanye pemilihan Bupati Morut 2015 lalu, Aptripel beberapa kali mengunjungi Menyo’e. Kala itu dia menyewa motor ojek sekaligus mengendarainya seorang diri. Wartawan koran ini yang ikut dalam kunjungannya waktu itu, melihat Aptripel berulangkali berhenti hanya untuk melihat struktur tanah dan batu-batuan sepanjang perjalanannya.

“Tidak susah koq kalau mau bikin jalan disini. Materialnya banyak dan bagus-bagus,” katanya kala itu.

- Periklanan -

Ucapan Aptripel akhirnya dibuktikan dengan mulai melakukan pekerjaan pembuatan jalan pada pertengahan Oktober 2016.

Pada 29 Desember 2016 lalu, tiga mobil double cabin milik perusahaan perkebunan kelapa sawit di Desa Lijo, Mamosalato menjadi mobil pertama yang memasuki Desa Menyo’e.

“Warga Menyo’e berkumpul saat mobil kami memasuki desa. Mereka memegang dan mengelus mobil. Maklumlah, sebelum Bupati Aptripel datang sudah banyak yang berjanji membuatkan jalan tapi tidak terbukti,” ungkap Kepala Desa Lijo Yus Lagole.

Selama ini masyarakat Menyo’e berjalan kaki jika hendak berurusan keluar desa. Ada pula yang menggunakan jasa ojek dengan membayar Rp200 ribu untuk sampai ke Desa Lijo yang berjarak 25 kilometer dari tempat mereka. Jika ada barang, sewanya dihitung Rp2 ribu per kilo.

Harga diatas masih akan bertambah jika ingin ke Tanasumpu ibukota Kecamatan Mamosalato yang berjarak 26 kilometer dari Desa Lijo. Tapi kalau musim hujan, tidak ada ojek yang bisa tembus ke Menyo’e.

Selama ini satu-satunya alat transportasi yang akrab dengan masyarakat Menyo’e adalah helikopter milik sebuah yayasan.(ham)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.