Taufan Sembiring Minta Maaf Telah Memaki Bupati Morowali di Medsos

- Periklanan -

PALU – Taufan Sembiring, salah satu ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah secara gentle mengakui telah melakukan ujaran kebencian di Facebook dengan menghina Bupati Morowali, Anwar Hafid.

(Source: screenshot facebook.com)

Meski begitu, dia juga mengaku menyesal telah mengeluarkan kata-kata makian bagi Anwar Hafid di media sosial, Facebook. Bahkan untuk itu, melalui akun facebooknya, Taufan juga dengan tulus menyatakan permohonann maafnya.

Dia mengatakan bahwa makian sebenarnya adalah pelampiasan emosinya kepada beberapa oknum yang menyulut kemarahannya lewat komentar-komentar pedas.

“Saya sangat menyesal dengan perkataan saya kepada pak Anwar Hafid, sebenarnya kata makian “Tai Kucing” dan “Namango” itu untuk oknum yang mengomentari dan menjelek-jelekkan saya di postingan saya. Jadi saya terbawa emosi dengan mengatakan seperti itu. Jujur kata-kata tersebut bukan untuk Pak Bupati, tapi kepada oknum. Cuman karena saya terlalu emosi jadi saya mengatakan kata-kata kotor tersebut malah ke pak Anwar Hafid,” katanya.

- Periklanan -

Taufan juga menambahkan, bahwa bermula dari kirimannya yang dibagikan ke Facebook dan ada beberapa oknum yang mengomentari kirimannya secara kelewatan dan akhirnya memancing emosinya sampai lewat batas, sehingga membuat Taufan mengucapkan makian tersebut.

“Karena emosi, jadi saya mengetik sampai mengata-ngatai Pak Anwar Hafid, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Saya sangat menghormati beliau, beliau juga merupakan kenalan adik saya yang juga junior beliau di STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri), sehingga saya kenal beliau sudah cukup lama sebelum pak Anwar Hafid menjadi bupati,” tambahnya.

Dia juga mengungkapkan, bahwa tidak sampai hati untuk mengatakan hal-hal kotor tersebut ke seseorang apalagi ke bupati. Taufan juga menyayangkan beberapa oknum yang memancing emosinya pada saat itu yang bersamaan orang tua dari Taufan yaitu ibunya belum lama ini meninggal dunia.

“Setelah saya mengatakan makian tersebut, saya mengecek akun beberapa oknum yang mengomentari postingan saya, kebanyakan anak-anak yang baru gede dan ada juga orang dewasa. Sehingga saya tidak melanjutkan lagi untuk mengomentari. Ketika kemarin makian saya menjadi Trending Topic di beberapa media lokal. Saya mengecek ulang beberapa komentar oknum-oknum tersebut sudah menghilang atau dihapus semuanya,” ungkapnya.

Taufan menjelaskan, bahwa sekali lagi beliau meminta maaf atas kekhilafannya tersebut. dikarenakan emosi yang memuncak taufan tidak bisa menjaga kata-katanya.

“Semua manusia pasti melakukan kesalahan atau kekhilafan, saya sangat meminta maaf kepada semua orang dan khususnya kepada Pak Anwar Hafid karena menjadi objek makian saya. Sekali lagi saya minta maaf dan saya siap bertanggung jawab atas perbuatan saya kalau memang ada yang masih dendam dan ingin membawa kasus saya ke ranah hukum,” jelasnya. (cr1)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.