Target PAD Turun, DPRD Pertanyakan Kinerja Pemkot

- Periklanan -

Ilustrasi aksi teaterikal oleh seniman di Kantor DPRD Palu beberapa waktu lalu. (Foto: bmzIMAGES)

PALU-Dalam beberapa tahun terakhir, target dan realisasi pendapatan daerah Kota Palu menunjukan trend peningkatan yang cukup signifikan. Tepatnya pada 2014 hingga 2016.

Tapi sejak pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu Hidayat-Sigit, target pendapatan daerah justru diturunkan. Padahal potensi yang ada masih sangat besar.

Berdasarkan data yang ada, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu tahun 2014 tercatat hampir mencapai Rp72 miliar. Meningkat menjadi Rp234 miliar pada 2015, dan meningkat lagi menjadi hampir mencapai angka Rp280 miliar pada 2016.

Anehnya, dari realisasi tahun 2016 itu, tahun ini target PAD justru turun menjadi Rp278 miliar lebih. Dan tahun 2018 mendatang target tersebut diturunkan lagi menjadi Rp277 miliar lebih.

“Ini ada apa? Kenapa pemerintah kota bukan optimistis tapi justru pesimistis. Mestinya, dari realisasi 2016 itu, target 2017 dan 2018 naik,” ujar Armin, anggota DPRD Kota Palu, Rabu (26/7).

- Periklanan -

Padahal kata politisi Partai Gerindra, potensi pemasukan kas daerah masih cukup besar. Bertumbuhnya hotel, restoran, dan cafe serta berbagai sektor usaha lain di Kota Palu merupakan potensi yang mesti dioptimalkan pengelolaannya oleh pemkot.

Hal senada diungkapkan Sophian R Aswin. Menurut Ketua Komisi C DPRD Kota Palu ini mestinya, dengan ‘kabinetnya’ yang baru Walikota bisa mengoptimalkan berbagai potensi yang ada untuk pemasukan kas daerah. Apalagi, Walikota saat ini di dampingi akademisi.

“Di samping walikota itu ada doktor, ada tim pendamping juga. Sesungguhnya itu bisa bantu tingkatkan PAD, minimalkan kebocoran anggaran. Tapi kenapa justru target PAD diturunkan,” tanya Sophian.

Target PAD 2017 sudah diturunkan, realisasinya hingga pertengahan tahun ini pun jauh dari yang diharapkan. Idealnya, hingga akhir Juni 2017, realisasi pemasukan kas daerah di angka 50 persen. Tapi, faktanya, realisasi dari target 2017 baru sekitar 35 persen.

Bahkan ada beberapa item pemasukan, realisasi  pemasukannya sangat minim. Salah satunya dari retribusi parkir tepi jalan yang baru 13 persen dari target. Hal ini diungkapkan Kepala Badan pendapatan Daerah Kota Palu Eka Komalasari pada rapat dengan Badan Anggaran (Banggar), Selasa (25/7).

Pada rapat tersebut Eka malah meminta agar beberapa item pemasukan kas daerah dikurangi atau diturunkan dari angka target yang sudah ditetapkan pada akhir tahun 2016 lalu.

Menurut anggota Banggar Ishak Cae, mestinya realisasi pemasukan daerah Kota Palu tahun ini lebih baik, terutama pemasukan dari pajak daerah dan retribusi daerah. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, pemasukan daerah menurun. Padahal, kata dia, potensi di Palu ini cukup bagus. (ars)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.