Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Target 3 Persen Penurunan Peredaran Rokok Ilegal

Upaya Cegah Ancaman Kesehatan dan Upaya Peningkatan Penerimaan Negara

PALU – Direktorat Jenderal Bea Cukai melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai  Pantoloan mengajak masyarakat menggempur peredaran rokok ilegal di Sulawesi Tengah. Upaya pengawasan itu digelar dalam sosialisasi yang diselenggarakan di Ruang Polibu, Kantor Gubernur, Kamis, (18/7).Sesuai tema Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai yakni “Gempur Rokok Ilegal” dihadiri Asisten Administrasi,Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Sulteng, H.Faisal Mang, mewakili Gubernur Sulteng.

Gubernur Sulteng dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi,Pemerintahan dan Kesra Faisal Mang menyampaikan kontribusi Cukai kepada kas negara sepanjang tahun 2019 mencapai kisaran Rp165,5 Triliun.  Bagi Daerah ini (Sulteng) kontribusi cukai kurang lebih mencapai Rp7,31 Miliyar.

‘’Jika kita melihat esensi pemasukan cukai bagi kas pemerintah, saya menaruh harapan melalui kegiatan ini kiranya dapat menyelaraskan pemahaman dan mensinergikan usaha kerja kita, dalam memacu peningkatan penerimaan negara dari cukai hasil tembakau. Caranya menekan jumlah peredaran rokok ilegal yang ditargetkan pada tahun ini bisa menyentuh lebih kurangnya sekitar 3 persen,’’ ungkap Gubernur.

Melalui sosialisasi Gubernur berharap dapat terjadi peningkatan koordinasi, monitoring evaluasi dan kesadaran secara kolektif seluruh komponen yang ada agar dapat mendukung kebijakan cukai hasil tembakau dan operasi gempur rokok ilegal di Provinsi Sulawesi Tengah.

Sementara itu Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Pelabuhan Pantoloan Mohammad Majid, mengatakan, di adakannya sosialisasi ini diharapkan tidak ada lagi timbul kesalahan ataupun penafsiran ketentuan dibidang Cukai. Selain itu diharapkan juga ada peningkatan koordinasi untuk pengawasan rokok ilegal.

Lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan hasil survei Universitas Gadjah Mada, menunjukkan terjadinya penurunan peredaran rokok ilegal dari 12,14 persen di tahun 2016 menjadi 7,04 persen pada  tahun 2018. ‘’Jadi berdasarkan hasil survei ini terjadi penurunan,’’ ujarnya.

Ditahun 2019 Menteri Keuangan berharap ada penurunan untuk menekan peredaran rokok ilegal sampai dengan 3 persen. Untuk mencapai target tersebut Dirjen Bea Cukai melakukan kegiatan kampanye pemberantasan rokok ilegal dengan melakukan operasi pasar dan sebagainya baik diwilayah laut maupun perkotaan dan dipasar.

‘’Karena masyarakat perlu mengetahui terkait aturan hukum yang berlaku di bea cukai, dan resiko yang dapat muncul dari pedagang rokok ilegal. Resiko yang yang mengancam kesehatan dan resiko yang mengakibatkan penerimaan negara tidak tercapai,’’ terang Mohammad Majid.

Kegiatan sosialisasi ini di hadiri dari Unsur terkait diantaranya TNI dan Polri, Kejaksaan Tinggi Sulteng,  DJPB perwakilan Sulteng,  Pemerintah Provinsi Sulteng dan Kota Palu.(awl/*)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.