Taofan Nawawi Tetap Diproses

BNNP Sulteng Menang Praperadilan

- Periklanan -

PALU – Setelah sebelumnya menang praperadilan, tersangka Taofan Nawawi, batal menghirup udara bebas, karena kembali ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng.
Di penangkapan kembali ini, tersangka lagi-lagi melakukan upaya praperadilan, namun ditolak oleh Hakim Pengadilan Negeri Palu.
Penangkapan yang dilakukan petugas BNNP ini, setelah penyidik melengkapi barang bukti serta saksi, yang menguatkan penetapan status tersangka dalam kasus kepemilikan Narkoba jenis sabu-sabu. Sebelumnya, melalui penasehat hukumnya, Taofan Nawawi melakukan upaya peradilan atas penangkapan dan penetapan status tersangka oleh penyidik BNNP.
Dan pada 12 Juni, gugatan praperadilan tersebut, dikabulkan sebagian oleh Hakim Tunggal I Made Sukanada SH MH. Di mana dalam putusan praperadilan pertama, disebutkan bahwa penangkapan dan penahanan termohon sah menurut hukum. Namun pada poin berikutnya, penetapan tersangka dinilai tidak sah menurut hukum.
Taofan pun diminta untuk dikeluarkan dari tahanan. Meski begitu, putusan itu juga menyebutkan, bahwa penyidikan bisa kembali asalkan ditemukan dua alat bukti permulaan yang cukup. Putusan ini kemudian ditindaklanjuti oleh Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Suyono MM MBA, dengan memerintahkan Kepala Bidang Pemberantasan, AKBP Baharuddin untuk mengeluarkan tersangka dari dalam tahanan. “Apa yang kami lakukan itu, merupakan bentuk dari kepatuhan terhadap hukum,” jelas mantan Kaprodi S3 STIK PTIK ini.
Namun demikian, meski telah mengeluarkan Taofan dari tahanan, penyidik tidak begitu saja menyerah. Karena dalam putusan, ada peluang bagi penyidik untuk bekerja ekstra melakukan pembuktian dalam kasus ini. Di bawah arahan Kepala BNNP, para penyidik melakukan kajian dan evaluasi lewat gelar perkara khusus. “Setelah mendapatkan dua alat bukti yang baru sesuai KUHAP 184, dilakukan upaya hukum dengan menangkap kembali Taofan,” ungkap Suyono.
Ternyata, penangkapan kembali terhadap Taofan ini, membuat penasehat hukumnya, juga kembali melakukan gugatan praperadilan pada tanggal 17 Juni. Berdasarkan pengalaman gugatan sebelumnya, Kepala BNNP, mengaku tidak ingin kecolongan, sehingga memerintahkan para penyidiknya melengkapi seluruh bukti-bukti, dengan jumlah bukti sebanyak 34 bukti dari sebelumnya 12 bukti. “Termasuk menghadirkan saksi-saksi, di mana sebelumnya hanya 2 saksi, dalam penyidikan kembali ini sudah ada 5 saksi yang kami hadirkan. Dan Alhamdulillah pada Selasa 2 Juli, hari ini (kemarin), gugatan praperadilan itu ditolak pengadilan, sehingga tersangka dapat kami proses lebih lanjut dan tetap kami tahan,” tegasnya.
Dari kasus tersebut, menurut Suyono, banyak hikmah yang bisa dipetik. Diantaranya, belum semua stakeholder paham tentang bahaya Narkoba, yang semakin mengkhawatirkan. Kemudian, masih ada pemahaman yang sempit, bahwa pemberantasan peredaran gelap Narkoba, hanya tugas dan pekerjaan BNN, sehingga masih cenderung masa bodoh dengan lingkungan, yang sesungguhnya sudah perlu penanganan serius seluruh komponen bangsa dan masyarakat. “Yang kami lihat juga dari kasus ini, bahwa belum ada pemahaman yang sama antar penegak hukum, tentang bagaimana penanganan kasus Narkoba, walaupun sesungguhnya kejahatan Narkoba sudah dikategorikan extraordinary crime yang memerlukan penanganan yang luar biasa juga baik dari tehnik maupun taktik,” tuturnya.
Sejatinya, lanjut Suyono, kejahatan Narkoba, memiliki daya rusak yang sangat besar dibandingkan dengan kejahatan terorisme dan korupsi. Karena, selain merusak manusianya juga merusak perekonomian serta melemahkan seluruh sendi kehidupan masyarakat, yang berimplikasi pada lahirnya kriminalitas di tengah masyarakat. “Kasus ini juga jadi pembelajaran bagi kami, penyelidik dan penyidik untuk senantiasa mengembangkan ilmu pengetahuan untuk menuju profesionalisme dalam melaksanakan tugas. BNNP Sulteng berkomitmen serius dan maksimal, dan mengerahkan segala kekuatan untuk memberantas Narkoba di daerah ini,” tandas mantan Kapolres Malang ini. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.