Tanpa Zonasi, Muhammadiyah Sulteng Serukan Salat Idul Fitri di Rumah

- Periklanan -

PALU – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulteng menyerukan ibadah di rumah. Seruan ini termasuk pada pelaksanaan salat Idul Fitri yang biasa dilaksanakan di lapangan.
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah Muhammad Amin Parakkasi S.Ag MHI pada ceramah Ramadhan live via zoom Selasa malam (19/5) sekaligus dialog bersama warga dan simpatisan Muhammadiyah menegaskan, bahwa sesuai Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor: 04/EDr/I.0/E/2020 tanggal 21 Ramadhan 1441 H/14 Mei 2020 M tentang Tuntunan Salat Idul Fitri dalam kondisi Darurat Pandemi Covid-19, tuntunan salat Idul Fitri di rumah itu tanpa Zonasi. Dalam artian, seruan tersebut berlaku tidak memandang apakah wilayah itu berada di zona merah atau hijau terhadap penyebaran Covid-19.
“Kami minta di lingkungan Muhammadiyah memedomani keputusan ini dalam satu barisan yang kokoh, dari pusat sampai ranting dan jamaah,” kata Amin Parakkasi mengutip beberapa pernyataan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir.
Lanjut Amin Parakkasi, memedomani tuntunan ini adalah wujud mengikuti garis kebijakan organisasi agar berada dalam satu barisan yang kokoh. Sebagaimana perintah surat Ash-Shaff ayat 4.
“Jauhi perdebatan dan silang sengketa di tengah situasi darurat seperti ini. Muhammadiyah harus menjadi pemberi solusi yang meringankan masalah umat dan bangsa di saat tidak normal dan musibah besar ini,” sebutnya.
Amin Parakkasi menegaskan, kalau tidak bisa meringankan beban maka warga Muhammadiyah jangan malah memberatkan beban umat dan bangsa. Bagi daerah yang masih merasa aman, justru perlu kehati-hatian, agar rantai penularan tidak terjadi. “Kewajiban kita ikhtiar dan tawakal,” tegasnya.
Olehnya itu atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulteng, Amin Parakkasi mengimbau agar seluruh pimpinan, ortom, warga, dan AUM serta simpatisan Muhammadiyah seSulteng agar tidak menyelenggarakan salat Idul Fitri di lapangan atau masjid. Cukup salat di rumah bersama keluarga. Baik dengan khutbah maupun tanpa khutbah. “Walau tetap di rumah saja, kita upayakan tetap semarakkan idul fitri di rumah masing-masing,” seru Amin Parakkasi.
Kepada para Muballigh Muhammadiyah, Amin Parakkasi mengharapkan agar tidak memenuhi permintaan menjadi khatib dari masyarakat. “Ini sebagai bentuk kepedulian memutus mata rantai covid-19 sekaligus menghindari rantai baru covid-19 pada daerah yang masih aman,” pungkasnya.(fdl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.