Tanpa e-KTP Jangan Harap Bisa Buat SIM

- Periklanan -

Ilustrasi e-KTP . (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Bagi yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk  Elektronik (e-KTP) dan hanya memiliki Surat Keterangan Perekaman (SKP) atau pengganti sementara e-KTP terpaksa harus gigit jari jika ingin mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM).

Hal itu karena pihak Satlantas Polres Palu belum mengizinkan para pemohon SIM baru atau perpanjangan SIM yang e-KTPnya hilang atau hanya menggunakan SKP-e-KTP.

Kasat Lantas Polres Palu, AKP Hangga Utama Darmawan, S.I.K dikonfirmasi, Senin (13/3) mengaku bukan tidak membolehkan masyarakat pemohon SIM untuk membuat SIM menggunakan SKP e-KTP yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu. Hal itu kata Hangga, karena pihaknya berdasarkan undang-undang yang berlaku, bahwa pembuatan SIM menggunakan KTP bukan surat keterangan sementara. “Jadi bukan menolak yah, tapi belum bisa memproses pembuatan SIM menggunakan surat keterangan pengganti KTP,” katanya.

Menurut Hangga Utama, pihaknya belum bisa menerima SKP e-KTP sebagai salah satu syarat pembuatan SIM maupun perpanjangan SIM karena Satlantas Polres Palu belum ada petunjuk dari Ditlantas Polda Sulteng. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyampaikan ke Ditlantas Polda Sulteng untuk meminta petunjuk terhadap permasalahan tersebut. “Pemasalahan e-KTP ini kan masalah nasional dan dari pusat (korlantas, red) belum ada juga petunjuk solusi penggunaan surat keterangan sementara,” ujarnya.

- Periklanan -

Ditanya terkait dengan semakin dekatnya Operasi Patuh yang rencana akan dilaksanakan akhir Maret 2017 mendatang, apa solusi untuk warga yang akan membuat SIM, tapi terkendala belum memiliki e-KTP dan hanya memiliki SKP e-KTP ? Perwira dengan tiga balak dipundaknya itu mengaku tetap masih akan menunggu petunjuk dari Ditlantas Polda Sulteng. “Yang jelas belum bisa menggunakan surat keterangan untuk membuat SIM. Yah…Kalau belum ada SIM jangan dululah bawa kendaraan,” ucapnya.

Sementara sejumlah warga yang hendak membuat SIM tapi hanya mengantongi SKP e-KTP mengaku bingung dengan kebijakan yang ada. Di satu sisi Negara mewajibkan warganya yang hendak mengendarai kendaraan bermotor untuk memiliki SIM. Sementara saat membuat e-KTP blangko belum ada, sehingga pihak Disdukcapil Kota Palu mengeluarkan SKP e-KTP dengan harapan pengurusan sejumlah administrasi, termasuk pembuatan SIM bisa dilayani. “Kita ini jadi bingung jadi masyarakat. Yang buat masalah korupsi e-KTP pejabatnya kita masyarakat biasa yang dikorbankan. Mau buat e-KTP hanya diberi SKP e-KTP, mau buat SIM ditolak karena hanya menggunakan SKP e-KTP,” ungkap Rosdiana warga Jalan Setia Budi yang hendak mengurus SIM di kantor wali kota Palu, kemarin.

Sebelumnya, Kepala Disdukcapil Kota Palu, Burhan Toampo menyayangkan sikap Polres Palu yang menolak surat keterangan perekaman sebagai pengganti e-KTP dan salah satu syarat pembuatan SIM. “Blangko belum ada, sehingga pemohon diberikan surat keterangan sesuai dengan instruksi Kemendagri,” ujarnya, Jumat (10/3).

Ditolaknya penggunaan surat keterangan kata Burhan, sebelum telah ia ketahui dari keluhan masyarakat yang datang ke kantor Disdukcapil. “Kami sering terima keluhan itu sejak diberlakukannya surat itu sebagai pengganti e-KTP,” katanya.

Dijelaskan, surat keterangan perekaman diperuntukkan berbagai kepentingan seperti Pemilu, Pemilukada, Kepolisian, Asuransi, BPJS dan kepentingan lainnya. Berlaku enam bulan sesuai dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. “Dalam surat keterangan perekaman ada NIK pemohon. Intinya, biodata sama dengan biodata di e-KTP yang beda belum pakai blangko,” jelasnya. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.