Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tangkal Terorisme di Tengah Pandemi, Kemenpora Siapkan Kader Pemuda

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Di tengah Pandemi Covid-19 yang masih mencekam, aparat keamanan masih disibukkan oleh berbagai persoalan terorisme. Selasa (3/8) lalu, Satgas Nemangkawi yang merupakan gabungan TNI-Polri menembak mati satu orang anggota teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Jaya Papua.

Sebelumnya, Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabsus) juga menembak mati dua teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah pada Minggu (11/7) lalu.

Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah, mengatakan, bahwa radikalisme yang berujung pada tindakan terorisme itu lebih membahayakan dari sekedar Pandemi Covid-19, karena sifat radikal terorisme tidak dapat dihentikan, sehingga akan selalu mengancam hingga kapanpun. Karena itu, menurutnya, Kemenpora memiliki kepedulian untuk turut serta dalam penanggulangan isu-isu terorisme, karena rekrutmen anggota terorisme kerap kali menyasar kelompok generasi muda.

“Generasi muda dengan semangat yang menggebu-gebu, sering Kali dimanfaatkan untuk berbagai tindakan yang berbau radikalisme hingga terorisme, di berbagai persoalan, agama, politik, kesenjangan social, bahkan akhir-akhir ini, isu penanganan Pandemi Covid-19 pun turut dimanfaatkan oleh berbagai oknum untuk gerakan radikalisme melawan pemerintah yang sah,” ujarnya di tengah persiapan pembentukan Organisasi Kader Inti Pemuda Anti Radikalisme dan Terorisme, Sabtu (7/8) melalui aplikasi zoom meeting.

Untuk mengantisipasi terpaparnya generasi muda dari paham radikalisme dan terorisme, Kemenpora pada bulan Juli 2021 lalu telah melatih 2.500 kader pemuda yang tersebar di enam Provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Barat. “Tahun ini kita bekali para pemuda tentang Anti Paham Radikalisme dan Terorisme di enam Provinsi sementara ini, di tahun-tahun berikutnya akan kita laksanakan di Provinsi lainnya. Ini untuk membentengi agar tidak mudah terpapar ajakan oknum-oknum yang mengarah pada gerakan melawan pemerintah yang sah,” tegasnya.

Hendri Paruhuman Lubis, selaku Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT turut mengapresiasi langkah yang dilakukan Kemenpora dalam mengantisipasi penyebaran paham radikalisme dan terorisme di tengah-tengah masyarakat.

“Anak-anak muda ini sangat potensial dijadikan target rekrutmen untuk menjadi anggota, jika diberikan pemahaman yang benar, wawasan kebangsaan, akan menjadi tameng untuk menangkal berbagai paham radikalisme dan terorisme yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Hendri juga mewaspadai penyebaran paham radikalisme dan terorisme melalui dunia maya di saat Pandemi Covid 19. Menurutnya, Dunia maya saat ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai ajang rekrutmen anggota, tetapi juga untuk menggalang pendanaan gerakan terorisme.

“Mereka melakukan perang psikologis, melakukan propaganda berbagai isu melalui jejaring Dunia maya. Saat pandemi ini, masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah, maka sebagian besar waktunya akan berada di Dunia maya, ini yang menjadi perhatian kita semua agar tidak justru terpapar gerakan radikalisme, terutama generasi milenial yang tidak bisa lepas dari internet,” ungkapnya.

Arifin Majid, selaku Asdep Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora turut menjelaskan, bahwa Kader Pemuda yang disiapkan oleh Kemenpora, nantinya akan menjadi ujung tombak di tengah-tengah masyarakat untuk menangkal berbagai paham dan gerakan radikalisme dan terorisme yang mengarah pada perlawanan terhadap pemerintahan yang sah.

“Pada tanggal 5 – 9 Juli lalu, selama 4 hari kami telah melatih para pemuda, secara virtual, tentang wawasan kebangsaan dan anti paham radikalisme dan terorisme, mereka nantinya disiapkan menjadi kader di masyarakat untuk menangkal provokasi oknum-oknum yang menyebarkan paham radikalisme dan terorisme untuk melawan pemerintahan yang sah,” terangnya.

Arifin juga menjelaskan bahwa upaya penanggulangan paham radikalisme dan terorisme merupakan salah satu prioritas juga di tengah situasi Pandemi Covid-19.

“Penanggulangan terorisme ini merupakan sector esencial yang harus tetap dijalankan meskipun di tengah Pandemi Covid-19, Kemenpora dan BNPT telah menandatangani kesepakatan untuk bersama-sama melaksanakan berbagai upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme, terutama pada kalangan pemuda,” pungkasnya. Khsusus Pemuda Sulawesi Tengah, ada sekitar 400 orang yang ikut serta dalam pelatihan via Daring ini. (*/agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.