Tangkal Radikalisme dan Terorisme, FKPT  Sulteng Gelar Literasi Media

- Periklanan -

Ketua FKPT Sulteng Dr Muzakir Tawil, saat memberikan sambutan dalam acara dialog Literasi Media sebagai upaya cegah dan tangkal Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat, di Swissbell Hotel, Kamis (2/11). (Foto: Wahono)

PALU-Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulteng yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyelenggarakan dialog bertajuk “Literasi Media sebagai upaya cegah dan tangkal Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat.”

Kegiatan literasi emdia  ini diselenggarakan selama sehari, di Swissbell Hotel, Jalan Malonda No 12 Silae Palu, dengan Jumlah peserta dialog sebanyak 80 peserta yang terdiri dari wartawan dari media elektronik, online, dan media cetak se-Sulawesi Tengah. “Dialog Literasi Media ini merupakan program Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulteng untuk pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan masyarakat secara luas, khususnya di Sulawesi Tengah, “ jelas Ketua FKPT Sulteng, Dr Muzakir Tawil MSi dalam sambutannya, Kamis  (2/11) .

- Periklanan -

Selaku Ketua FKPT Sulteng Muzakir Tawil menilai,  tugas memahamkan dan penyebaran tentang bahaya radikalisme dan terorisme tersebut bukan hanya tugas dan kewajiban pemerintah, dalam hal ini BNPT.  Melainkan juga bagi seluruh elemen masyarakat, diantaranya  lembaga pers, termasuk media-media yang ada di Indonesia khususnya di Sulawesi Tengah. “Bukan hanya tugas BNPT, FKPT, Kepolisian, TNI melainkan juga harus ada peran media-media dalam mengedukasi masyarakat tentang penyebaran paham radikalisme dan terorisme di masyarakat khusunya di Sulawesi Tengah, “ungkapnya.

Senada dengan hal itu, praktisi komunikasi massa Drs Tasrif Siara menjelaskan, bahwa media zaman sekarang jangan menjadi sumber ketakutan dan kecemasan di tengah-tengah masyarakat, apalagi membuat kegaduhan.  “Media janganlah menjadi sumber ketakutan dan melipatgandakan kecemasan di masyarakat, dengan berita-berita yang menyebarkan Informasi ujaran kebencian dan ketakutan di kalangan masyarakat, ” katanya.

Tasrif pun berpesan kepada media-media yang ada di Sulteng agar kiranya dapat menjaga persatuan diantara masyarakat.  Media juga dapat menjadi wadah edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana memproduksi pemberitaan. Berita-berita yang dimuat tidak merugikan, serta membuat perpecahan di tengah-tengah masyarakat itu sendiri. (cr3)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.