Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tangkal Paham Radikal, Rektor Untad Kukuhkan Pusbang DePSA

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pengurus Pusat Deradikalisasi dan Penguatan Sosio Akademik (Pusbang DePSA) usai dikukuhkan oleh Rektor Untad, Rabu (11/10). (Foto: Humas Untad)

PALU– Sebagai bukti bahwa paham radikal harus ditangkal, Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS, mengukuhkan Pengurus Pusat Deradikalisasi dan Penguatan Sosio Akademik (Pusbang DePSA), Rabu (11/10).

Kegiatan pengukuhan diselenggarakan di Rektorat Untad, Lantai III pukul 09.00 Wita.

Pengukuhan Pusbang DePSA turut dihadiri Wakil Rektor, Dekan, serta pejabat akademik di lingkup Universitas Tadulako.

Pengukuhan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Tadulako nomor 6324/UN28/KP/2017 tentang pengangkatan pengelolaan pusat pengembangan DePSA. Rektor mengangkat Dr Rahmat Bakri SH MH, sebagai Ketua Umum/Ketua Harian. Jamaluddin Badong SH MH, sebagai Wakil Ketua Umum. Dr Didik Purwanto SPd MPd, sebagai Sekretaris Jenderal. Zubair sebagai Wakil Sekretaris Jenderal.

Sementara itu, Nofrianto Somba dikukuhkan sebagai Koordinator Bidang Pemantauan Nilai-Nilai Sosio Akademik, Alif Muh Diman sebagai Koordinator Bidang Pengkajian dan Evaluasi Paham Radikal, dan Muh Reski Febriansyah sebagai Koordinator Bidang Advokasi dan Diseminasi.

Rektor Untad menyampaikan bahwa pengukuhan itu merupakan bukti bahwa paham radikal harus ditangkal. Hal itu selain mendukung program nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI, juga untuk mengokohkan semangat kebangsaan dalam diri setiap mahasiswa dan civitas akademika Untad.

“Sesuai amanat Pak Presiden dalam acara di Bali, perguruan tinggi harus mengambil peran strategis dalam menangkal paham radikal. Paham itu bisa masuk karena dimulai dari pimpinan lembaga kemahasiswaan. Untuk itu, selain pelatihan yang telah dilakukan, Pusbang DePSA juga harus terus mengambil peran strategis agar para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa tidak mudah dimasuki oleh paham radikal, antipancasila, dan intoleransi,” terangnya. (*/jcc)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.