Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Tangis Jamaah Haji Tinggalkan Makkah

Lounge VIP Eyab Diterapkan di Bandara Madinah

MAKKAH – Rabu sore (28/8) Waktu Arab Saudi (WAS) jamaah haji asal Sulteng resmi meninggalkan Kota Makkah menuju Madinah. Sebelum meninggalkan Makkah, para jamaah haji harus melaksanakan thawaf Wada (perpisahan). Banyak jamaah haji terharu dan meneteskan air mata. Inilah yang berat dirasakan para jamaah haji maupun umrah. Pasalnya, setelah melaksanakan thawaf perpisahan jamaah haji dilarang memasuki Masjidilharam.
Salah satunya postingan Hj Fajriyah di grup Radar Haji mengundang simpati keluarga dan para jamaah.
Usai thawaf perpisahan, Hj Fajriah foto bersama dan menuliskan kalimat kesedihan meninggalkan Baitullah Kakbah. ‘’Dalam thawaf Wada kuucapkan salam perpisahan denganmu. Jika kuikuti hati, ingin rasanya menangis tak mau kehilanganmu, tapi urung semua keinginanku. Yakinku suatu hari nanti aku kan kembali dan kutahu kau akan selalu setia menanti. Makkah akan selalu menciptakan rindu,’’ demikian tulisnya dan mendapat empati para jamaah di grup haji.
Koordinator lapangan kloter 07/BPN H Mustamin Umar mengingatkan kepada jamaah haji untuk mematuhi aturan yang telah disepakati bersama. Sejak pagi hari, Mustamin mengingatkan kepada jamaah untuk mengantar koper jamaah ke lobi hotel. Selanjutnya, masing-masing ketua rombongan diminta mengabsen jamaahnya biar tidak ada yang tertinggal.
Hal senada disampaikan TKHI asal Sulteng,H Antoni bahwa, masing-masing ketua rombongan untuk melaporkan jumlah jamaah haji saat berada di dalam bus. Untuk kloter 07/BPN asal Sulteng kata Antoni, disiapkan 10 unit bus dan akan membawa jamaah haji sebanyak 449 orang. ‘’Insya Allah perjalanan darat dari Makkah menuju Madinah akan ditempuh sekira 6-7 jam. Semoga jamaah haji tetap dalam kondisi sehat sampai kembali ke tanah air,’’ demikian Antoni berharap.
Sementara pemerintah Arab Saudi memperluas implementasi lounge VIP Eyab saat kepulangan jamaah haji. Setelah dinilai sukses diterapkan di bandara King Abdulaziz Jeddah, Eyab juga diterapkan di bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz Madinah.
Layanan ruangan khusus Eyab di bandara Madinah terasa spesial bagi jamaah Indonesia. Sebab layanan ini baru diterapkan untuk jamaah Indonesia saja. Berbeda dengan penerapan Eyab di Jeddah yang dirasakan jamaah asal Malaysia dan India. ’’Mereka (otoritas penerbangan sipil Arab Saudi, Red) sudah konfirmasi untuk penerapan Eyab saat pulang dari bandara Madinah. Mulai 4-14 September,’’ kata Kepala Daerah Kerja Bandara Arsyad Hidayat kemarin (28/8).
Sesuai jadwal yang disusun Kementerian Agama (Kemenag), jamaah haji Indonesia pulang ke tanah air dari bandara Madinah mulai besok (30/8). Lebih lanjut Arsyad menuturkan total ada 32 kloter asal embarkasi Bekasi dan Surabaya yang merasakan lounge VIP Eyab. Dengan jumlah jamaah sebanyak 13.533 orang. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan sasaran Eyab di Bandara Jeddah yang hanya 16 kloter.
Arsyad mengatakan teknisnya nanti jamaah berangkat dari hotel Madinah menuju bandara menggunakan bus. Setibanya di paviliun 5 bandara mereka nanti akan diarahkan ke gate khusus haji. Setelah itu jamaah melakukan pemeriksaan imigrasi. Kemudian baru diarahkan ke lounge Eyab sampai menunggu panggilan masuk ke pesawat.
Jamaah yang merasakan layanan Eyab nanti diharapkan 3-4 jam sebelum take off sudah berada di bandara Madinah. Sementara untuk koper akan diproses 24 jam sebelum penerbangan. Koper ditimbang dan diperiksa oleh perusahan yang ditunjuk maskapai. Setelah itu setiap kote diberi tanda QR Code yang berisi identitas jamaah.
Aryad menyampaikan terima kasih atas inovasi Eyab tersebut. Menurut dia inovasi itu adalah bentuk modernisasi pelayanan haji oleh pemerintah setempat. Dia mengatakan setiap lembaga atau kementerian Arab Saudi yang terkait dengan pelayanan haji, berlomba-lomba membuat inovasi.
Dengan adanya ruangan khusus Eyab tersebut, membantu jamaah yang sudah cukup kelelahan, kepanasan, dan butuh tempat nyaman. Di dalam ruangan Eyab jamaah juga mendapatkan pelayanan istimewas. Seperti minuman, snack, sajian kebudayaan Arab Saudi, serta ada tempat untuk membeli oleh-oleh. Menurut Arsyad layanan Eyab yang baru diterapkan tahun ini tentu ada yang perlu ditingkatkan. ’’Tetapi secara umum berjalan bagus dan baik,’’ pungkasnya. (*/hilmi/lib/jpg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.